CILEGON – Cuaca buruk yang terjadi di perairan saat ini menyebabkan para nelayan terpaksa tidak melaut. Sumber mata pencaharian terputus apabila nelayan tidak beralih keprofesi lainnya. Berangkat dari hal tersebut belasan mahasiswa menggelar aksi solidaritas mendukung nelayan Kota Cilegon agar mendapatkan perhatian dari Pemkot Cilegon.
Mahasiswa yang tergabung di DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Cilegon, bersama Gerakan Mahasiswa Cilegon (GMC), serta Gerakan Mahasiswa Banteng revolusioner itu menggelar aksi damainya di depan Kantor Pemkot Cilegon, Kamis (21/12).
Ketua DPC GMNI Cilegon Syaihul Ihsan mengatakan berdasarkan data yang telah dihimpunnya nelayan di Kota Cilegon ada sebanyak 628 orang. Dengan angka keberadaan tersebut ia meminta Pemkot Cilegon mampu memberdayakan dan memperhatikannya apalagi pada saat cuaca yang tidak diperuntukkan untuk melaut ini.
“Kita memahami bahwa nelayan atau sentra ikan bukan menjadi priorotas tumpuan perekonomian di Kota Cilegon oleh karena itu kita menilai pemerintah acuh saja dengan permasalahan yang dialami nelayan kali ini,” ujarnya.
Ihsan menyebut dalam aksi yang berlangsung pihaknya menuntut agar DPRD Cilegon maupun pemerintah daerah membuatkan perda perlindungan dan pemberdayaan nelayan. “Kita mendesak pemerintah daerah membantu nelayan yang terkena dampak bencana alam akibat iklin tropis dahlia dan angin kencang yang berimplikasi gagalnya para nelayan mencari nafkah,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









