SERANG – Walikota Serang Tb Haerul Jaman dan Wakil Walikota Serang Sulhi jor-joran untuk merealisasikan janji politik mereka pada Pilkada 2013. Salah satu janji politiknya yaitu RSUD Kota Serang. Setelah gedungnya dibangun tahun lalu dengan anggaran sekira Rp 41,46 miliar, tahun ini Pemkot Serang menggelontorkan anggaran lagi untuk mengoperasionalkan rumah sakit yang berada di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya itu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Toyalis mengungkapkan, anggaran untuk operasional RSUD itu mencapai Rp 21 miliar. “Paling besar memang untuk gaji dan honor sekira Rp 14 miliar,” ujar Toyalis, Minggu (7/1).
Kata dia, gaji dan honor itu diperuntukkan bagi dokter, perawat, hingga satpam dan tukang sapu. Besarannya disesuaikan dengan standar satuan harga yang sudah ditetapkan. Selain gaji dan honor, anggaran yang dialokasikan itu juga diperuntukkan bagi pembeliaan alat tulis kantor hingga biaya listrik. “Selain itu, karena tahun 2017 anggaran terbatas maka belum semua dipenuhi,” ungkap Toyalis.
Untuk itu, anggaran tahun ini juga dialokasikan untuk membeli alat dapur, laundry, hingga peralatan penunjang seperti kursi dan meja ruang tunggu. Sedangkan mebel lainnya sudah dibeli tahun lalu. Selain itu, ada lagi anggaran sekira Rp 7,5 miliar yang dialokasikan untuk pengadaan obat di RSUD. “Anggaran untuk pengadaan obat itu disatukan dengan obat untuk puskesmas,” terangnya.
Sebelum ada RSUD, anggaran untuk pengadaan obat di 16 puskesmas sekira Rp 2,5 miliar. Dengan adanya RSUD, anggaran untuk pengadaan obat meningkat tajam menjadi Rp 10 miliar. “Karena obat di puskesmas dengan rumah sakit beda. Masa masyarakat harus beli di tempat lain karena di RSUD tidak ada. Makanya anggarannya besar,” urai Toyalis.
Kata dia, pembangunan RSUD sudah rampung. Pemkot tinggal mengisi personelnya saja. Pengisian jabatan struktural belum bisa dilakukan karena peraturan walikotanya belum rampung.
Selain menunggu pengisian personel, ia mengatakan, pengoperasionalan RSUD itu menunggu pengadaan obat. Saat ini pihaknya sedang menyusun spek obat yang akan dibeli. Setelah selesai, pihaknya akan mengajukan lelang secepatnya. “Begitu semua selesai, kami akan secepatnya mengoperasionalkan RSUD,” terang Toyalis.
Wakil Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap anggaran yang sudah dikeluarkan Pemkot itu dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan adanya RSUD itu, kami berharap kebutuhan masyarakat terhadap pusat pelayanan kesehatan dapat terpenuhi,” ujarnya.
Kata dia, walaupun saat ini sudah ada beberapa rumah sakit di Kota Serang baik itu milik pemerintah dan swasta, tapi semua kebutuhan masyarakat belum terpenuhi. “Jumlahnya belum ideal. Makanya dengan adanya RSUD ini meskipun baru tipe C, tapi mudah-mudahan dapat bermanfaat,” tutur Budi. (Rostinah/RBG)











