SERANG – Rencana pengurangan saham milik Pemprov Banten di Bank BJB atau divestasi terus dilanjutkan pemprov Banten. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim setelah menghadiri rapat paripurna empar Raperda prakarsa DPRD Provinsi Banten, Selasa (16/1).
“Masih proses, membutuhkan waktu delapan bulan. Alternatif untuk mencari modal,” ujar pria yang akrab disapa WH tersebut kepada awak media.
Dikatakan WH kondisi Bank Banten sampai saat ini masih belum sehat, artinya masih ada sejumlah masalah yang perlu diselesaikan sejak diakuisi dari Bank Pundi.
“Langkah untuk menyehatkan tambah modal, dengan divestasi itu. Asumsi Rp 500 miliar,” kata mantan Walikota Tangerang tersebut.
Menurut WH pemerintah tidak mengharapkan Bank Banten langsung memberikan keuntungan besar untuk pemerintah daerah dengan adanya penambahan modal tersebut.
Baginya, yang terpenting bank milik pemerintah yang didirikan sejak tahun 2016 tersebut bisa berjalan normal dan persoalan yang diwarisi oleh bank sebelumnya bisa diselesaikan.
“Kita kan beli bank itu sakit, batuk batuk. Yah kita obati dulu aja,” kata WH.
Kemarin, lanjut WH, Pemprov Banten melakukan pertemuan dengan Bank Banten di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut membahas kondisi Bank Banten saat ini. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)









