SERANG – Pemerintah Provinsi Banten membangun kerjasama perdagangan dengan pemerintah provinsi lain di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Soeharso.
Menurut Babar, kerjasama tersebut ada setelah adanya pertemuan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Bandung beberapa waktu lalu.
Kerjasama perdagangan ini menurut Babar bagus untuk perkembangan ekonomi masing-masing daerah, selain itu, bisa menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).
“Jadi kerjasamanya bersifat saling memasok kebutuhan. Banten butuh apa? Dikirim oleh provinsi lain, begitu sebaliknya,” kata Babar melalui sambungan telepon seluler, Rabu (28/2).
Menurut Babar, banyak potensi alam Banten yang bisa dioptimalkan dalam kerjasama ini. Para petani Banten dengan kerjasama ini bisa sangat diuntungkan karena memiliki pasar yang jelas.
Sayangnya, lanjut Babar, saat ini Pemprov Banten belum bisa mengambil keuntungan dari kerjasama itu karena pola kerjasama belum seimbang khususnya dengan provinsi yang sudah memiliki BUMD.
“Sekarang masih BUMD dengan swasta. Kita hanya memfasilitasi saja, karena kita belum punya BUMD agro bisnis,” katanya.
Menurut Babar, jika Pemprov Banten punya BUMD agro bisnis, pemerintah bisa bergerak langsung dalam kerjasama itu, sehingga ada pemasukan kas dari keuntungan transaksi yang dilakukan BUMD.
“Kalau kita sudah punya BUMD kerjasama ini lebih seimbang,” katanya.
Berdasarkan laporan provinsi lain yang sudah lebih dahulu menjalankan kerjasama, nilai transaksi setiap tahunnya sangat besar dan mencapai angka triliun. Tentu transaksi itu bisa membantu PAD dan para petani di Banten.
“Sekarang untuk BUMD Agro Bisnis Banten sedang digodok di dewan, semoga bisa cepat selesai,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)











