SERANG – Setelah dilakukan autopsi selama kurang lebih tiga jam di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara oleh tim forensik, kematian Rizki Hadi Kusuma (16), pelajar SMK YKTB 3 Bogor disebabkan karena mengalami pendarahan hebat yang mengenai pembuluh nadi di bagian paha kiri.
Rizki sendiri diketahui tewas setelah terlibat bentrokan di Jalan Lingkar Kemang, Panancangan, Cipocokjaya, Kota Serang, Sabtu (17/3) malam.
Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara Dokter Budi Suhendar mengatakan, autopsi dilakukan dari pukul 13:00 WIB sampai 16:00 WIB di ruang autopsi RSDP, Kota Serang.
“Jadi yang kami temukan adalah luka tusuk benda tajam di paha kiri. Nampaknya ini parah, fatal utamanya itu. Sepertinya mengenai pembuluh nadi, pendarahan dan kematian,” terangnya saat dihubungi Radar Banten Online, Minggu (18/3).
Korban sebelumnya dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih dalam kondisi sudah meninggal dunia, kemudian langsung dibawa ke RSDP malam itu juga. Sambungnya, jenazah sudah diambil oleh keluarga dari Bogor usai menerima surat pengambilan. “Keluarga sudah mengambil jenazah, setelah autopsi, sekitar jam empat sore,” singkatnya.
Sebelumnya, tawuran terjadi di Jalan Lingkar Kemang, Panancangan, Cipocokjaya, Kota Serang sekira pukul 20:00 WIB, Sabtu (17/3). Satu pelajar SMK YKTB 3 Bogor tewas di tempat. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)










