slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Konsep Berobat Gratis Gunakan KTP-el Diminta Diubah

Redaksi by Redaksi
27-04-2018 12:12:47
in Berita Utama, Umum
Kemenag Tegaskan Kepercayaan Tak Sama dengan Agama
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Pemprov Banten diminta mengubah konsep program berobat gratis menggunakan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) yang direncanakan Pemprov Banten dari asuransi kesehatan menjadi jaring pengaman sosial atau social safety net.

Anggota DPD RI Ahmad Subadri mengatakan, berdasarkan pandangan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek, Pemprov Banten sebaiknya mengubah konsep berobat gratis menggunakan KTP-el. Sebelumnya, Kemenkes memberikan jawaban atas konsultasi Pemprov Banten mengenai program tersebut.

Baca Juga :

Warga Miskin Berobat Gratis Pakai KTP

Berobat Pakai Biaya Sendiri, Berobat Gratis Pemprov Banten Belum Mulus

Pemprov Setuju Program Pengobatan Gratis Diintegrasikan JKN

Berobat Gratis Belum Jalan, Warga Miskin Masih Pakai SKTM

“Tadi dalam diskusi itu intinya ada titik temu bahwa tidak dalam bentuk asuransi kesehatan, tetapi lebih kepada semacam jaring pengaman sosial atau social safety net. Insya Allah, saya optimistis ini bisa dilaksanakan,” ujarnya kepada wartawan saat dihubungi usai rapat kerja DPD RI dengan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang dihadiri juga oleh Gubernur Banten Wahidin Halim di Sekretariat DPD RI, Jakarta, Kamis (26/4).

Subadri menegaskan, pihaknya telah mengambil kesimpulan dalam diskusi tersebut. Isinya, Pemprov Banten harus mengubah konsep berobat gratis menggunakan KTP-el dari asuransi kesehatan menjadi jaring pengaman sosial. Perubahan konsep itu wajib dilakukan agar tidak berbenturan dengan undang-undang yang berlaku. “Meski diubah, tetapi tujuan dari konsep tersebut tetap sama, yaitu menjamin kesehatan masyarakat Banten yang belum terkover BPJS Kesehatan,” katanya.

Pria yang saat ini menjadi Ketua DPD Hanura Banten itu mengaku, akan mengawal hasil pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi. Dengan demikian, dia berharap tidak ada perbedaan pendapatan bagi instansi lainnya, baik lembaga pemeriksa, kementerian terkait, maupun aparat penegak hukum. “Terutama dengan beberapa instansi seperti BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), kepolisian, dan kejaksaan. Ini kan kalau dianggapnya tidak ada payung hukumnya,” katanya.

“Tetapi kan kebijakan gubernur ini menurut saya adalah semacam terobosan. Intinya adalah bagaimana menyelamatkan rakyatnya yang tidak terkover oleh BPJS,” sambung Subadri.

Secara politis, kata dia, DPD mendukung langkah Gubernur Banten yang berkaitan dengan program berobat gratis. Ia juga meminta gubernur terus melangkah dan melayani rakyat Banten yang membutuhkan program yang baik tersebut. “Kementerian Kesehatan tidak melarang, tidak juga menganjurkan, karena mereka kan harus mengacu kepada aturan normatif. Kalau untuk pertemuan hari ini (kemarin-red), untuk bagaimana menyelamatkan rakyat, itu semua tidak ada yang bisa memberikan rekomendasi. Tapi kalau kami dari DPD merekomendasikan tetap harus dilayani apa pun risikonya,” terangnya.

Usai pertemuan tersebut, Pemprov Banten melalui rilis yang dikirimkan Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Statistik dan Persandian mengklaim program kesehatan gratis pakai KTP-el mendapat dukungan Menkes Nila F Moeloek yang turut hadir dalam pertemuan itu. “Kebijakan ini bisa didesain menjadi program jaring pengaman sosial (social safety net),” katanya.

Namun, Menkes Nila F Moeloek menyarankan agar upaya baik Pemprov Banten tersebut harus diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat, yaitu program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau yang biasa dikenal masyarakat dengan sebutan BPJS. Menkes mengakui upaya menyelaraskan kebijakan pelayanan kesehatan gratis Pemprov Banten dengan JKN-KIS memerlukan waktu.

Untuk itu, Menkes menyarankan Pemprov Banten untuk berkonsultasi dengan Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, BPK, dan KPK. Hal itu harus dilakukan supaya kebijakan Pemprov Banten tidak menemui kendala pada masa yang akan datang. Selain itu, Pemprov Banten dituntut membuat roadmap pelaksanaan kebijakan berobat gratis tersebut untuk diintegrasikan dengan program JKN-KIS pada masa yang akan datang.

“Supaya program berobat gratis yang sekarang berjalan diintegrasikan dengan program JKN,” tegas Menkes Nila F Moeloek.

Gubernur Banten Wahidin Halim dalam pertemuan tersebut menjelaskan, hal ini bukan hanya sekadar memenuhi janji politik dirinya ketika mencalonkan diri sebagai gubernur. Tetapi, hal itu sudah menjadi cita-cita dirinya untuk membantu masyarakat, khususnya masyarakat tidak mampu untuk berobat secara langsung ke seluruh rumah sakit yang ada di Banten. “Sejak dulu saya memang sudah niat kalau jadi kepala daerah saya akan menggratiskan biaya kesehatan, biaya pendidikan, dan bangun infrastruktur yang bagus. Kasihan masyarakat itu, kalau sakit harus melalui prosedur panjang,” katanya.

Pria yang akrab disapa WH juga mengatakan, dirinya selaku gubernur bukan akan menentang kebijakan kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah pusat, tapi sebagai gubernur beserta jajarannya di Banten dirinya memiliki tanggung jawab moral dan kerap menyaksikan sendiri kondisi masyarakatnya. “Masa warga sakit masih ditolak rumah sakit. Rumah sakit umum negeri dan swasta kan banyak sekali di Banten, masa warga saya enggak bisa masuk. Selain itu juga yang sakit kan tidak akan semuanya sakit berbarengan,” katanya.

WH menjelaskan, programnya tidak untuk menkover keadaan yang sedang terjadi saat ini, sementara yang lainnya masih tetap terintegrasikan program kesehatan JKN-KIS. Meski pun, menurut WH, mengintegrasikan kesehatan gratis dengan JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan tidak serta merta seluruh masyarakat terlayani karena tidak sedikit kekurangan BPJS saat ini. “Misalnya, masyarakat Kabupaten Lebak, tidak bisa dilayani oleh rumah sakit yang ada di Tangerang. Sementara fasilitas kesehatan yang diberikan kepada masyarakat hanya ada di Rumah Sakit Tangerang tersebut. Ini memerlukan proses dan waktu yang lama lagi,” tambahnya.

Sedangkan program yang digagas Pemprov Banten memungkinkan berobat di mana saja. “Bahkan berobat di luar Banten, tidak perlu SKTM (surat keterangan tidak mampu). Kalau pakai SKTM nantinya banyak calo lagi,” selorohnya.

Ia juga mengatakan, pertemuan rapat kerja yang digagas oleh DPD RI dengan Menteri Kesehatan, BPJS, dan Pemprov Banten ini sangat disambut baik, hal ini menunjukkan program yang ia canangkan saat ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, semua karena program pembangunan yang ditetapkan dirinya pro rakyat, “Saya tidak kuat melihat rakyat merintih sakit butuh pengobatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan justru mempertanyakan informasi yang dikeluarkan Pemprov yang menyatakan Kemenkes mendukung skema berobat gratis tanpa program JKN. Justru pria yang akrab disapa Fitron itu mengaku mendapat informasi sebaliknya. “Berdasarkan informasi pada acara itu, Bu Menkes tadi malah statement, kalau mau berbuat baik atau negara hadir, Pak Gubernur jangan menyakiti diri sendiri dengan melanggar hukum,” katanya.

“Mustahil lah mereka merekomendasikan, sebab program menentang Inpres,” sambung politikus Golkar itu.

Disinggung mengenai dukungan dari DPD RI, Fitron menilai, itu dilakukan karena mereka memiliki agenda tersendiri. Ia meminta agar Wahidin Halim berhenti mencari dukungan karena hanya akan membuang waktu dan merugikan rakyat. “Jangan buang buang waktu, nanti rakyat juga yang rugi. Saya yakin langkah mencari dukungan ini hanya akan membuat Banten buang-buang waktu. Sekarang waktunya berfikir menyukseskan program strategis nasional, UHC (universal health coverage) 2019,” tegasnya.

Fitron mengaku, tak menampik berobat gratis menggunakan KTP-el adalah program yang sangat mulia. Akan tetapi gubernur memilih memaksakan kehendak. Padahal di sisi lain ada solusi yang lebih bijaksana, yakni integrasi JKN. “Ini bahaya, sekali lagi bahaya. Akan ada diskresi untuk program strategis,” katanya.

“Nanti provinsi lain di Indonesia menjadikan Banten sebagai yurisprudensi, ya gagal target UHC secara nasional. Percuma ada undang-undang JKN,” tambahnya.

Menurutnya, konsep tersebut mulia untuk jangka pendek, tapi menjadi masalah di masa depan. Banyak konsep jaminan kesehatan di luar JKN yang akhirnya menyisakan utang di kemudian hari dan malah jadi beban anggaran. “Apalagi ini ada Inpres, para pelaksana di lapangannya akan dibayang-bayangi persoalan hukum. Masak pemprov mau ambil risiko ini,” pungkasnya. (Fauzan D/RBG)

Tags: Berobat Gunakan KTP
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

PT Conch Cement Diduga Banyak Langgar Hukum

Next Post

19 Tahun Kota Cilegon: Ada Sejumlah PR Program Pembangunan

Related Posts

Warga Miskin Berobat Gratis Pakai KTP
Berita Utama

Warga Miskin Berobat Gratis Pakai KTP

by Redaksi
Jumat, 12 November 2021 13:28

Kejati Bangun Klinik Asy-Syifa Selain penegakan hukum dan pelayanan hukum, Kejati Banten ternyata menaruh kepedulian pada bidang kesehatan. Wujud konkretnya...

Read moreDetails

Berobat Pakai Biaya Sendiri, Berobat Gratis Pemprov Banten Belum Mulus

Pemprov Setuju Program Pengobatan Gratis Diintegrasikan JKN

Berobat Gratis Belum Jalan, Warga Miskin Masih Pakai SKTM

Integrasi Berobat Gratis dengan JKN: Sikap WH Dinilai Terlambat

Rp 600 Miliar untuk Bayar Warga yang Sakit

Program Kesehatan Gratis Masih Ada Celah Lolos

Encop Optimis Program Kesehatan Gratis Terealisasi

Teknis Program Kesehatan Gratis, Demokrat-Golkar Beda Pendapat

Demokrat Banten Lobi DPR RI Soal Program Berobat Gratis

Next Post
19 Tahun Kota Cilegon: Ada Sejumlah PR Program Pembangunan

19 Tahun Kota Cilegon: Ada Sejumlah PR Program Pembangunan

Sarapan Saya: Menu Kuda

Sarapan Saya: Menu Kuda

Setelah Jadi PNS, Mimi Tinggalkan Suaminya yang Tukang Ojek

Setelah Jadi PNS, Mimi Tinggalkan Suaminya yang Tukang Ojek

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kepulangan 392 Jemaah Haji Kloter 12 JKB Disambut Sekda Kabupaten Tangerang

Rabu, 17 Juni 2026 17:48

KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Sudah Disimulasikan di Banten

Rabu, 17 Juni 2026 17:47

Kontingen Sepak Takraw Kabupaten Tangerang Borong Dua Medali Perunggu di POPDA Banten 2026

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Jalan Kenari Kota Serang Dibeton Sepanjang 517 Meter Pakai Dana CSR

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Kempo Cilegon Sabet 12 Medali di POPDA XII Banten 2026, Seluruh Atlet Pulang Bawa Medali

Rabu, 17 Juni 2026 17:29

Program Pendidikan Gratis di Kabupaten Tangerang Diapresiasi Warga

Rabu, 17 Juni 2026 16:40

Kepulangan 392 Jemaah Haji Kloter 12 JKB Disambut Sekda Kabupaten Tangerang

Rabu, 17 Juni 2026 17:48

KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Sudah Disimulasikan di Banten

Rabu, 17 Juni 2026 17:47

Kontingen Sepak Takraw Kabupaten Tangerang Borong Dua Medali Perunggu di POPDA Banten 2026

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Jalan Kenari Kota Serang Dibeton Sepanjang 517 Meter Pakai Dana CSR

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Kempo Cilegon Sabet 12 Medali di POPDA XII Banten 2026, Seluruh Atlet Pulang Bawa Medali

Rabu, 17 Juni 2026 17:29

Program Pendidikan Gratis di Kabupaten Tangerang Diapresiasi Warga

Rabu, 17 Juni 2026 16:40

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kepulangan 392 Jemaah Haji Kloter 12 JKB Disambut Sekda Kabupaten Tangerang

by Mulyadi
Rabu, 17 Juni 2026 17:48

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut kedatangan jamaah haji Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam Kloter...

KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Sudah Disimulasikan di Banten

by Yusuf Permana
Rabu, 17 Juni 2026 17:47

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meluncurkan program E-Learning ASN Berintegritas secara nasional sebagai upaya memperkuat budaya antikorupsi...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak