CILEGON – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini (11/5) diagendakan menghadiri peringatan hari lahir (harlah) ke-93 Al-Khairiyah di Citangkil. Itu merupakan kunjungan ketiga Jokowi ke Al-Khairiyah dalam empat tahun terakhir.
Jokowi bakal mendarat di lapangan Sumampir, sekira pukul 10.48 WIB menggunakan helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara. Setelah istirahat beberapa saat di tempat yang telah disiapkan, sekira pukul 11.00 WIB Presiden Jokowi melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Al-Khairiyah.
Meski akan dilalui Presiden, polisi tidak akan melakukan rekayasa lalu lintas di jalan utama dari lapangan Sumampir menuju Al-Khairiyah. “Tidak ada penutupan jalur, hanya saat Pak Presiden datang dan mengarah ke tempat acara akan diprioritaskan,” ujar Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, Kamis (10/5),
Walaupun tidak menutup lajur, tambah Kapolres, pihaknya tetap menerjunkan personel untuk mengatur lalu lintas. Bukan hanya saat Presiden Joko Widodo menuju pondok pesantren, tetapi selama kunjungan Presiden berlangsung di Kota Cilegon. Rizki menjamin keamanan presiden Indonesia ketujuh itu selama di Cilegon. “Selain polisi, juga akan diterjunkan dari unsur Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), juga TNI,” kata Rizki yang enggan menyebutkan jumlah personel keamanan.
Menurutnya, jumlah personel yang akan dikerahkan untuk mengawal kunjungan mantan walikota Solo itu tidak perlu diketahui publik. Yang jelas, menurutnya, sesuai dengan protap yang berlaku untuk standar perlindungan kepala negara.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Cilegon AKP Fikri menambahkan, meski akan didatangi Presiden Jokowi, pelayanan ke masyarakat terkait ke lalu lintasan tetap berjalan. Karena itu, menurutnya tidak semua personel diterjunkan untuk mengawal kedatangan Presiden. Personel Satlantas Polres Cilegon, menurut Fikri, mencapai 71 orang. Untuk pengamanan akan dibantu dari unsur-unsur yang lain. “Pengamanan tentu ada, tapi tidak semua karena pelayanan tetap jalan. Tidak ada rekayasa lalu lintas, seperti biasa,” katanya.
Wakil Ketua PB Al-Khairiyah Alwiyan saat dikonfirmasi menuturkan, kedatangan Presiden Jokowi untuk menghadiri peringatan hari ulang tahun ke-93 Al-Khairiyah. Menurutnya, Presiden Jokowi akan silaturahmi dengan ulama.
Acara peringatan ulang tahun, lanjut Alwiyan, akan dimulai sekira pukul 13.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Presiden akan berdialog dengan para ulama juga masyarakat kurang lebih selama satu jam. “Hanya dialog saja, enggak ada yang lain,” ujarnya.
Acara itu diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan ulama serta warga Al-Khairiyah pada umumnya. Dijelaskan Alwiyan, undangan untuk ulama saja mencapai 1.200. Jika secara umum, diperkirakan akan dihadiri oleh sekira 4.000 orang. Itu mengingat seluruh cabang Al-Khairiyah pun diundang. “Yang pakai surat undangan 1.200-an, belum yang pakai e-mail, WhatsApp,” ujarnya.
Dengan perhitungan itu, kemungkinan akan terjadi kepadatan lalu lintas di jalan menuju Al-Khairiyah. Karena itu, mewakili PB Al-Khairiyah, Alwiyan memohon maaf kepada masyarakat pengguna jalan karena kemungkinan akan terjadi peralihan lalu lintas. “Kalau ke mananya, polisi yang tahu,” katanya.
Untuk memastikan acara itu berjalan lancar dan aman, PB Al-Khairiyah sudah berkoordinasi dengan jajaran TNI dan kepolisian. Karena itu, Alwiyan berharap rangkaian kunjungan Presiden Jokowi bisa berjalan sesuai perencanaan dan tidak menghadapi kendala. (Bayu M/RBG)










