CILEGON – Frieska (20) salah seorang karyawan Koperasi 212 Cilegon, harus rela kehilangan tas kesayangannya yang berisikan barang berharga di dalamnya di Jalan utama Taman Cilegon Indah (TCI) sekira pukul 14.00 WIB pada Jumat (25/5). Tas kesayangan Frieska dijambret oleh dua orang yang tidak bertanggung jawab saat sedang menerima telepon dari rekannya di atas sepeda motornya.
Informasi yang berhasil diperoleh, peristiwa itu bermula, saat Frieska usai dari Serdang hendak menuju Kebon Dalem melewati jalan alternatif, yakni jalan utama TCI. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), handphone Frieska pun berbunyi. Ia berhenti di sisi jalan dan langsung menjawab telepon dari rekannya. Kondisi jalan saat itu sepi. Pelaku yang melihat seorang perempuan sendirian di pinggir jalan dan sedang menerima telepon tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Pelaku langsung beraksi, dari arah yang sama, persis di belakang Frieska, langsung mengambil tas yang diselempangkan di badan Frieska. Saling tarik pun tak terhindarkan, Frieska berteriak maling namun tidak ada yang mendengar. Pelaku sebanyak dua orang itu berhasil menguasai tas milik Frieska dan langsung kabur. Frieska sambil menangis langsung menghubungi temannya di sekitar TCI.
Farid, rekan Frieska, mengatakan, korban usai dari Serdang hendak menuju Kebon Dalem. Frieska tidak melalui jalur utama, namun melewati jalur alternatif yakni jalan TCI. “Korban sendiri adalah karyawan Koperasi 212 yang ada di Cilegon,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada Radar Banten, Minggu (27/5).
Setelah peristiwa itu, lanjut Farid, korban langsung melapor ke Polsek Cilegon. “Saya juga udah baca kok laporan korban ke polisi,” katanya.
Sementara pengurus RW 05 Sugianto mengatakan, pihaknya menerima informasi tersebut dari Farid, bahwa rekannya telah menjadi korban penjambretan oleh dua orang menggunakan Yamaha Mio. “Karena memang masih menjadi wilayah saya, saya mengimbau kepada penduduk setempat untuk tetap waspada. Di jalan tersebut sering sekali tindak kejahatan terjadi karena sepi,” katanya.
Ia juga memerintahkan sekuriti untuk terus berpatroli di wilayah tersebut. “Setidaknya kalau sekuriti terus berpatroli kejahatan bisa diminimalisasi sehingga warga bisa aman,” katanya. (Adi/RBG)










