Cerita nasib tenaga honorer K2 masih saja miris. Salah satunya yang dialami oleh Titin Maryati (36) seorang guru honorer K2 di SDN Matagara yang mengaku bingung dengan masa depannya.
MULYADI – TIGARAKSA
MENGABDI sebagai tenaga honorer K2 sejak tahun 2004 lalu, dirinya merasa bingung ketika pada 2010 sudah menyerahkan berkas, namun pada tahun 2013 saat melakukan tes CPNS dari K2, ternyata namanya hilang dari database K2 di kepegawaian. ”Saya tahunya ketika mengecek ke BKPSDM Kabupaten Tangerang yang dulu bernama BKD. Kaget dan shock ketika tahu nama hilang, tak ada di database,” tuturnya, Senin (17/9).
Ditambahkan, mengetahui namanya hilang di database, Titin langsung bertanya ke pihak terkait kenapa namanya bisa hilang. ”Tapi dari pihak BKPSDM (BKD-red) menyuruh saya untuk melakukan pemberkasan ulang. Ini tentu membuat saya semakin khawatir dan harap-harap cemas,” tambahnya.
Bahkan, dirinya juga disuruh menunggu di tahun mendatang akan muncul kembali namanya di database. Tapi sampai saat ini cuma janji dan isapan jempol saja. Alias namanya belum juga muncul di database kepegawaian.
Saat ini Titin hanya bisa meratapi nasibnya. Apalagi usianya sudah mulai meranjak di angka 36 tahun, sehingga harapannya menjadi ASN bisa sirna. ”Bukan saya aja pak, yang hilang datanya, teman-teman saya di wilayah lain pun mengalami hal serupa. Semoga ini bisa menjadi perhatian bersama khususnya pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak kami (tenaga honorer K2-red),” terangnya. (*)










