SERANG – Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar Groundbreaking Kampus Terpadu berlokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, hari ini (26/9). Biaya pembangunan berasal dari bantuan Islamic Development Bank (IsDB) berkisar Rp800 miliar.
Groundbreaking akan dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir, Gubernur Banten serta tamu undangan lainnya.
Rektor Untirta Prof Dr Sholeh Hidayat mengatakan, Groundbreaking Kampus Terpadu Untirta bisa dilakukan setelah melalui perjalanan panjang. “Rencana besok (hari ini-red) groundbreaking dari sebuah proyek besar kampus terpadu Untirta 12 hektare dengan 11 gedung,” ujarnya saat konferensi pers di Ruang Senat Gedung Rektorat Untirta, Kampus Pakupatan, Selasa (25/9).
Kata dia, pembangunan menelan biaya Rp800 miliar bukan hanya meningkatkan daya tampung jumlah mahasiswa. Tapi juga mendukung rencana strategis kementerian yang menargetkan 35 persen tercapai mahasiswa di perguruan tinggi yang dilakukan secara simultan melakukan peningkatan mutu pendidikan. “Pembiayaan sekira US $ 56.991. Jika dikonversi dengan rupiah Rp15.00 per dolar tentu lebih besar atau sekira Rp800 miliar. Dan dana pendamping dari kementerian Rp50 miliar dan Rp50 miliar dari Untirta,” katanya.
Kata dia, jangka waktu pengerjaan pembangunan ditarget 22 bulan atau dua tahun. Tahun pertama, pembangunan rampung gedung rektorat dan gedung auditorium. Di tahun kedua, seluruh gedung selesai. “Untuk gedung auditorium atau gedung serba guna bisa menampung 2.500 orang hingga 3 ribu orang. Nanti, pelaksanaan wisuda bisa menggunakan gedung serbaguna. Tidak ke hotel lagi,” terangnya.
Pembangunan Kampus Terpadu Untirta tersebut, kata dia, akan digunakan oleh empat fakultas yaitu Fakultas Pertanian, Ekonomi Bisnis, Hukum dan Ilmu Sosial dan Politik. Sedangkan sisanya masih tersebar di Kampus Pakupatan, Ciwaru dan Cilegon. “Untirta juga melibatkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan transformasi mutu pendidikan di Untirta, begitu juga sebaliknya,” katanya.
Direktur Eksekutif PIU IsDB Untirta Agung Sudrajad menjelaskan pengerjaannya bangunan yang akan dilakukan dua tahun itu akan dibangunan oleh kontraktor PT Adhi Karya dan PT Hutama karya. “Semua dilakukan dengan perencanaan yang matang. Ini program 4 in 1 IsDB. Kita berharap berjalan lancar,” katanya. (Fuzan)









