SERANG – Hari ini, Kabupaten Serang merayakan HUT ke-492. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah punya harapan besar di HUT ke-492 ini. Ia mengajak kepada internal aparatur pemerintahan, stakeholder, dan masyarakat untuk bekerja sepenuh hati dan segenap upaya untuk menggapai prestasi di bidang masing-masing.
Saat awal memimpin Kabupaten Serang, tepatnya 17 Februari 2016, Tatu bersama Wakil Bupati Pandji Tirtayasa dihadapkan pada banyak masalah pembangunan. Dengan jumlah penduduk 1.484.502 jiwa, banyak persoalan pembangunan dan kesejahteraan yang diurai Pemkab Serang dan dicarikan solusinya.
Data BPS pada 2015, jumlah penduduk miskin Kabupaten Serang 74.850 jiwa atau 5,09 persen, pengangguran 91.844 orang atau 14,82 persen, rata-rata lama sekolah 6,9 tahun, angka harapan hidup (AHH) 63,59 tahun, dan indeks pembangunan manusia (IPM) 64,61 poin.
Persoalan lain datang dari infrastruktur. Banyak jalan rusak berat. Dari 610,3 kilometer (KM) jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Serang, 400 kilometer lebih rusak. “Masalah pembangunan di Kabupaten Serang begitu kompleks, harus diselesaikan dengan kerja ikhlas, cerdas, dan tuntas,” ujar Tatu kepada Radar Banten, Minggu (7/10).
Menurut Tatu, penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan simultan dengan program dan kegiatan yang beragam. “Atas masalah di awal kepemimpinan kami, maka fokus utama kami selama lima tahun ke depan, berkaitan dengan IPM yang merupakan indeks kumulatif dari pembangunan pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat,” ungkapnya.
Berbagai program prioritas, kata Tatu, disiapkan Pemkab Serang untuk meningkatkan indeks pembangunan pendidikan, kesehatan, dan daya beli yang dirancang melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021. Diawali program beasiswa untuk siswa miskin dan guru PAUD. “Pokoknya tidak boleh ada siswa putus sekolah,” tegasnya (selengkapnya lihat grafis)
Tatu menargetkan, akhir 2021 tidak banyak sekolah yang rusak. Saat ini di Kabupaten Serang tersisa 710 sekolah yang rusak. Per tahun ditargetkan, rata-rata memperbaiki 252 ruang kelas dengan anggaran sekira Rp26,65 miliar.
Tatu juga menggagas beasiswa untuk penghafal Alquran. Tahun ini sebanyak 212 siswa diproyeksikan menerima beasiswa. Dengan rincian, 87 siswa SD dan 125 siswa SMP. Sedangkan beasiswa penghafal Alquran bagi siswa SMA, Tatu meminta, Baznas turun tangan. Berkat kerja keras dari seluruh pihak, berdasarkan data BPS bahwa angka rata- rata lama sekolah warga Kabupaten Serang pada 2016 sebesar 6,98 tahun meningkat pada 2017 menjadi 7,17 tahun.
“Peningkatan sebesar 0,19 merupakan angka tertinggi di wilayah Banten bersama-sama dengan Tangerang Selatan. Padahal kurun tahun 2015 sampai 2016, peningkatan rata-rata lama sekolah hanya 0,01 tahun,” katanya.
Program prioritas lain, yakni jaminan kesehatan kader posyandu dan ambulans desa. Mulai 2017, Tatu menjamin kesehatan 5.304 kader posyandu dengan anggaran Rp3 miliar untuk membayar premi JKN kader kepada BPJS Kesehatan setiap tahun. Kader posyandu menjadi terdepan mengajak masyarakat berpola hidup sehat. “Karena itu harus dijamin kesehatannya,” terangnya.
Kemudian program jaminan persalinan (jampersal) dan rumah tunggu kelahiran (RTK). Tahun 2017, ada 16 RTK di tiap Kecamatan dan satu RTK di dekat RSUD dr Dradjat Prawiranegara. Pemkab Serang juga menambah tenaga kesehatan, mulai dari dokter hingga perawat di seluruh puskesmas agar pelayanan maksimal. Di Kabupaten Serang ada 31 puskesmas, terdiri atas 16 puskesmas perawatan dan 15 puskemas non perawatan tersebar di 29 kecamatan, serta satu RSUD dengan predikat akreditasi paripurna.
Tatu berjanji, akan terus menyajikan program-program pro rakyat. Di antaranya bantuan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk 27.244 jiwa, dan 77 unit kendaraan operasional motor bagi pendamping dan operator PKH. Bantuan ini untuk menjamin warga mendapatkan akses dan jaminan saat mendapatkan pelayanan kesehatan. Kemudian tahun depan, Tatu berencana memberikan ambulans untuk seluruh desa. “Ke depan, tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan,” katanya.
Semua program yang dicanangkan Tatu sejak memimpin Kabupaten Serang berbuah prestasi. Berdasarkan data BPS, AHH warga Kabupaten Serang tahun 2016 sebesar 63,81 tahun meningkat pada 2017 menjadi 64,02 tahun. “Peningkatan sebesar 0,21 ini angka terbesar kedua di Banten,” ucapnya.
Untuk meningkatkan perekonomian, Tatu memulai dengan menghidupkan koperasi dan UMKM. Tatu sudah membuat skema masalah utama UMKM, yaitu permodalan hingga pemasaran produk. Pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan BPR Serang atau Bank Serang melalui Diskoperindag dan PT Jamkrida Banten. Pemasaran UMKM juga difasilitasi secara online.
Untuk aksesibilitas atau mobilisasi ekonomi masyarakat, Tatu menggagas Perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan yang mengamanatkan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp1,5 triliun selama lima tahun ke depan, dari 2017 hingga 2021. Pencapaian pembangunan jalan dengan kondisi beton sepanjang 253,89 kilometer pada 2017.
“Tahun 2018 telah mencapai 58,16 persen (jalan kondisi mantap-red). Tahun ini, penanganan betonisasi jalan kabupaten sepanjang 95,73 kilometer dan penanganan jalan desa 36,326 kilometer. Jadi, sepanjang 349,62 km tahun ini semua dalam kondisi beton atau jalan mantap,” katanya.
Sementara total jalan dengan kondisi baik, di antaranya dalam kondisi beton dan berhotmik atau beraspal tahun ini mencapai 420,5 kilometer. “Kami optimis pada 2021 seluruh jalan kewenangan kabupaten dalam kondisi mantap atau beton,” ujarnya.
Tatu juga konsentrasi penuh pada program prioritas untuk jangka lima tahun ke depan untuk rangka mengurangi kemiskinan. Yakni, pemberdayaan PMKS dan program rumah tidak layak huni (RTLH). Ada 10.723 RTLH yang harus diperbaiki. Pada 2016 sebanyak 235 rumah sudah dibedah, sehingga pada 2017 rumah kumuh yang sudah diperbaiki 1.288 unit.
Tatu terus mendorong program penanggulangan kemiskinan melaui program Kelompok Usaha Bersama Ekonomi (KUBE) untuk fakir miskin di Dinas Sosial. Sebanyak 200 KUBE yang diberikan pada 2016. Bahkan pada 2017 sasaran program KUBE meningkat menjadi 800 KUBE. Tak hanya itu, Tatu juga memberikan perhatian besar terhadap keberadaaan tenaga kerja sosial kecamatan (TKSK).
Sesuai fokus utama pembangunan, peningkatan IPM terus naik. IPM Kabupaten Serang dari 2016 sebesar 65,12 poin mengalami peningkatan pada 2017 menjadi 65,60 poin.
Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin menilai, kepemimpinan Tatu-Pandji masuk kategori baik. Tatu, dinilai Muhsinin, mempunyai tekad kuat untuk menyelesaikan pembangunan di Kabupaten Serang. “Kinerja pimpinan daerah cukup bagus, ditambah koordinasinya juga baik dengan kita sebagai mitra kerja,” ujarnya.
Ia berjanji, akan terus mengawal pembangunan di Kabupaten Serang agar selesai sampai 2021 sesuai visi misi kepala daerah. Ia berharap, Pemkab jangan terlalu berpuas diri, kinerja harus tetap ditingkatkan. “Tantangan tentunya akan menghadang. Tapi, kami akan tetap berkomitmen,” tegasnya.
Ketua MUI Kabupaten Serang Rahmat Fatoni mengatakan, sudah waktunya masyarakat Kabupaten Serang sejahtera dengan usia Kabupaten Serang yang mencapai 492. “Dari program Ibu Bupati ini sudah banyak yang menyentuh masyarakat,” katanya.
Rahmat juga menilai, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan sudah terbangun cukup baik. Ia berharap, Pemkab Serang bisa menyejahterakan masyarakatnya. “Harapan kami supaya visi misi terealisasi,” harapnya. (Nizar-Adi/RBG)









