SERANG – Sapriyudin (20), warga Kampung Nagara Padang, Desa Kampungbaru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, ditemukan tewas menggantung di rumah kosong tak jauh dari kediamannya, Jumat (5/10) sore. Diduga, korban mengalami depresi setelah motornya hilang saat pulang kerja di Jakarta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Sapri selama ini melakukan aktivitas berjualan kelapa di Jakarta. Pada 1 Oktober 2018, korban berpamitan untuk pulang ke kampung halamannya, menggunakan sepeda motor Honda Sonic.
Meski sudah berpamitan dari jauh-jauh hari, Sapri tiba di rumahnya pada Kamis (4/10) malam. Setibanya di rumah, korban tidak menggunakan sepeda motor. Kepada orangtuanya, Sapri mengaku telah dibegal di Jakarta. Bahkan, kunci serta STNK ikut dibawa oleh pelaku.
Setelah itu, anak pertama dari pasangan suami istri Jasmara (42) dan Sumyati (40) tersebut masuk ke kamar tanpa berbicara panjang lebar kepada orangtuanya. Keesokan harinya, Jasmara bermaksud kembali berbicara dengan putranya. Namun, dia tidak menjumpai korban di dalam kamar.
Selanjutnya, Jasmara mencari di sekitaran rumah dan didapati korban sudah dalam keadaan gantung diri, dengan leher terjerat tali tambang yang diikat di kayu plafon rumah kerabatnya.
Kapolsek Petir AKP Edi Susanto ketika dikonfirmasi membenarkan korban Sapri ditemukan dalam keadaan gantung diri di dalam rumah kosong Jumat (5/10) sekira pukul 14.00 WIB. Korban langsung dibawa ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara untuk memastikan penyebab kematiannya.
“Dari hasil pemeriksaan luar (visum) oleh tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah menjalani visum, jasad korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” katan Edi, seperti dikutip Banten Raya (Radar Banten Group), kemarin.
Menurut Edi, motif korban melakukan gantung diri belum diketahui secara pasti. Namun, didapat keterangan, sebelumnya korban bercerita kepada orangtuanya bahwa sepeda motor miliknya, Honda Sonic yang biasa digunakan, hilang di Jakarta. “Korban mengaku ke bapaknya, kalau motornya hilang di Jakarta. Besoknya, dia malah ditemukan gantung diri,” ujarnya. (BRP-Merwanda/RBG)









