CIOMAS – Johan Budi (16), warga Desa Ujungtebu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, meregang nyawa di sumber Mata Air Cibanten, Sabtu (20/10). Johan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang bersama rekan-rekannya.
Sekira pukul 09.45 WIB, Johan bersama lima rekannya berenang di Mata Air Cibanten. Keenam siswa SMK Bismillah yang masih mengenakan seragam pramuka itu menaiki rakit yang terbuat dari bambu. Kemudian, rakit yang melintas ke bagian tengah Mata Air Cibanten terbalik. Johan bersama satu rekannya tenggelam karena tidak bisa berenang. “Karena tidak bisa berenang, kedua pelajar langsung tenggelam,” kata Kapolsek Ciomas AKP Evisman, kemarin (21/10).
Meski ada rekannya tenggelam, rekan-rekan korban yang masih berada di atas rakit tidak berani menolong. Peristiwa itu terlihat oleh Bripka Aguster dan Iptu Hery, personel Brimob Banten yang kebetulan sedang beristirahat di sekitar Cibanten.
Kata Evisman, kedua personel Brimob itu langsung terjun ke Mata Air Cibanten untuk menolong korban. Namun, nyawa Johan tidak bisa diselamatkan, sementara rekan Johan yang ikut tenggelam berhasil diselamatkan. “Kedua korban dilarikan ke puskemas setempat,” ujarnya.
Warga Kecamatan Ciomas, Rohman mengatakan, peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga setempat. “Warga ramai ke Cibanten (menyaksikan orang tenggelam-red), tapi saya enggak tahu persis bagaimana kejadiannya,” katanya.
Rohman mengatakan, Mata Air Cibanten merupakan destinasi unggulan wisata di Ciomas. Mata air itu digunakan warga untuk mencuci hingga mandi. Kedalamannya mencapai lima sampai sepuluh meter. “Kalau Sabtu dan Minggu biasanya banyak yang datang,” ujarnya. (Rozak/RBG)










