slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Berani Buka Kartu Suami, Jadi Begini Nih!

Aas Arbi by Aas Arbi
24-10-2018 16:45:03
in Sosial Budaya
Berani Buka Kartu Suami, Jadi Begini Nih!
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

            Menjaga lisan dari ucapan yang menyakitkan, amatlah sangat penting dilaksanakan. Terlebih terhadap suami yang harus dijaga harkat dan martabatnya. Sebuah kisah pasutri Cipung (53) dan Siti (53), keduanya nama samaran, di salah satu kampung di Kabupaten Serang, memberi pelajaran bagi kita sebagai makhluk yang penuh kekurangan untuk tidak berkata sembarangan. Peristiwa itu terjadi puluhan tahun silam, saat Siti dan Cipung berusia 28 tahun.

Cerita dimulai ketika Siti, sang wanita cantik kembang desa membuat Cipung tak bisa tinggal diam saat wanita pujaan hati digoda lelaki lain. Dengan modal mumpuni ditambah janji manis pernikahan, ia sukses mempersunting Siti. Ciyee.

“Wah, pokoknya dia benar-benar tipe saya banget. Bahkan waktu itu saya sempat punya prinsip, saya enggak mau menikah kalau enggak sama dia,” ungkap Cipung kepada Radar Banten.

Cipung mengaku, mungkin karena merasa cantik dibanding teman-teman seusia, Siti memang terkenal dengan sikap sombong dan gaya bicaranya yang ketus. Terlahir dari keluarga miskin, tak membuat Siti sadar diri. Pergaulan remaja yang tergerus budaya modern, menciptakan banyak perubahan pada sikapnya.

Berpenampilan layaknya orang kaya, Siti tak mau mengerti keadaan ekonomi keluarga. Padahal waktu itu kedua orangtua hanya bekerja sebagai buruh tani, banting tulang mencari uang untuk Siti anak semata wayang yang paling disayang.

Memiliki paras nan ayu bawaan sang ibu. Dengan kulit putih dan penampilan  menarik, membuat lelaki tak bisa menahan hasrat untuk tidak mencintainya. Apalagi dengan sikapnya yang jutek itu, wah, pokoknya bikin penasaran. Katanya, mungkin karena lelah menolak banyak cinta, saat Cipung datang dengan segala kelebihan, Siti langsung menerima.

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Wajar saja, Cipung termasuk lelaki matang. Memiliki pekerjaan tetap dan hidup sederhana, ia juga termasuk lelaki impian wanita. Dianugerahi wajah tampan dan kulit sawo matang, Cipung lelaki yang berkarakter. Tak hanya itu, didikan sang ayah  agar selalu bekerja keras, membuat kehidupan di dunia kerja sangat membantunya.

Singkat cerita, Cipung dan Siti pun menikah. dengan pesta digelar meriah, lantunan lagu dangdut menyemarakkan hari bahagia, keduanya tampak gembira menerima kedatangan tamu undangan. Bagai raja dan ratu, Cipung dan Siti duduk mesra di pelaminan.

Di awal pernikahan, Cipung dan Siti hidup bahagia. Menempati rumah pribadi dengan ekonomi mumpuni, mereka membuat orang-orang kampung iri. Bagai pengeran dan permaisyuri, Cipung dan istri hidup sejahtera. Hingga berjalan setahun kemudian, lahirlah anak pertama.

Hingga berjalan dua tahun usia pernikahan, apa yang terasa indah di awal, semakin lama semakin memudar. Entah karena faktor bertambahnya usia atau karena kebosanan, hubungan dengan sang istri tak semesra dahulu. Tak ada lagi curhat-curhatan, keseharian keduanya berlangsung biasa. Aih, kok begitu sih, Kang?

“Enggak tahu, saya juga bingung. Waktu itu rasa sayangnya pindah ke anak. Sama istri mah jadi biasa saja,” ungkap Cipung.

Meski begitu, lantaran mempertimbangkan nama baik keluarga besar dan saudara, Cipung masih menjaga rumah tangga dengan sang istri. Bagaimana pun juga, Cipung mengaku, setelah banyak lika-liku kehidupan yang dilalui bersama, ia tak mungkin berpaling meninggalkan sang istri dan anaknya.

Namun, yang namanya manusia pasti pernah khilaf dan meninggalkan prinsip yang pernah diungkapkan. Hal itu pun terjadi pada Cipung. Bertengkar hanya karena masalah sepele, ditambah ia dan sang istri yang tak mau saling mengerti kemauan masing-masing, menciptakan keributan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Aih, kenapa lagi sih, Kang?

“Kita kayak sudah enggak cocok lagi. Dia marah-marah, ya saya juga ikut emosi. Masa saya pulang malem karena ada urusan kerjaan, masih dimarahin juga,” tukas Cipung.

Lantaran stres memikirkan masa depan rumah tangga yang berada di ujung tombak, bagai layang-layang putus,Cipung pergi dari rumah dengan tujuan tak jelas. Menemui beberapa teman, ia mendapat berbagai macam nasihat. Ada yang menyarankan kembali pulang, ada juga yang menyuruh menceraikan. Oalah.

Di tengah kebimbangan, musibah datang dari keluarga besar Cipung. Sang adik yang masih berstatus pelajar, ketahuan berbuat mesum dengan kekasihnya yang merupakan teman sekolah. Meski Cipung mencoba menutup-nutupi, kabar buruk itu sampai ke telinga sang istri.

Sebagai anak tertua dari empat bersaudara, Cipung memutuskan pulang ke rumah orangtua karena sang ayah memang sudah tiada. Parahnya, bukannya menjaga nama baik suami dan keluarga, mungkin karena hubungan mereka juga sedang renggang, Siti malah menyebarkan keburukan suami kepada tetangga. Aih.

“Waktu itu saya benar-benar enggak terima, Kang. Bukan cuma soal keluarga saya, dia juga nyebarin hal-hal pribadi saya,” ungkapnya. Astaga.

Tiga hari Cipung pergi, pulanglah ia menemui Siti. Awalnya tak ada yang aneh dengan keduanya. Masih melayani Cipung selayaknya pasangan suami istri, Siti bersikap seolah keberadaannya sangat dibutuhkan suami yang tertimpa masalah. Hingga suatu siang, apa yang dilakukan Siti selama tiga hari pun terbongkar.

Cipung yang hari itu sengaja tak bekerja, berniat membeli rokok ke warung tak jauh dari rumah. Tak lama setelah mengisap rokoknya, beberapa ibu-ibu di warung memandangnya sinis. Meski merasa tak nyaman, Cipung mencoba bersikap santai.

Saat ia berjalan menuju rumah, seorang lelaki tua yang sering ditemuinya di musala ketika salat berjamaah, menyapa hangat sambil mengimbangi laju langkah. Saat itulah Cipung dinasihati untuk mengontrol sang istri agar tidak membuka aib suami.

Tanpa banyak bertanya, saat itu juga Cipung mengerti apa yang sedang terjadi. Sesampainya di rumah, seolah tak bisa menahan amarah, ditanyalah Siti dengan nada tinggi. Bukannya menjawab, Siti malah balik terpancing emosi, keributan pun tak dapat dihindari.

Saat itu juga, keluarlah kata cerai yang jadi akhir dari cerita rumah tangga mereka. Tapi, setahun sama-sama hidup sendiri dan tak kunjung menemukan pasangan baru, mungkin karena masih cinta, akhirnya mereka pun rujuk kembali. Cipung dan Siti melanjutkan perjalanan bahtera rumah tangga.

Ya ampun, semoga Teh Siti bisa diambil pelajaran dari peristiwa itu ya Kang. Langgeng dan mesra selalu. Amin. (daru-zetizen/zee/ags)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Mantan Teroris Dukung Pemilu Damai

Next Post

e-Paper Radar Banten, Rabu 24 Oktober 2018

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
e-Paper Radar Banten, Rabu 24 Oktober 2018

e-Paper Radar Banten, Rabu 24 Oktober 2018

Kashoggi Sampai Di Twitter Qahtani

Kashoggi Sampai Di Twitter Qahtani

Penderita Katarak dan Bibir Sumbing di Pandeglang dan Serang Dioperasi

Penderita Katarak dan Bibir Sumbing di Pandeglang dan Serang Dioperasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

Minggu, 12 Juli 2026 18:19

Pemkot Serang Siapkan Bonus untuk Seniman Berprestasi Nasional

Minggu, 12 Juli 2026 16:49

Kelebihan Bayar Iuran BPJS Jadi Temuan BPK, DPRD Banten Desak BPJS Serang Dievaluasi

Minggu, 12 Juli 2026 16:21

Supriadi Sebut Pendidikan Jadi Kunci Memutus Rantai Kemiskinan di Lebak

Minggu, 12 Juli 2026 15:32

DPRD Nilai Pengelolaan Pajak Air Tanah di Cilegon Abaikan Potensi Pendapatan Daerah

Minggu, 12 Juli 2026 15:31

Dewan Sebut Jalan Rusak Jadi Penyebab Utama Kemiskinan di Lebak

Minggu, 12 Juli 2026 15:29
Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

Minggu, 12 Juli 2026 18:19

Pemkot Serang Siapkan Bonus untuk Seniman Berprestasi Nasional

Minggu, 12 Juli 2026 16:49

Kelebihan Bayar Iuran BPJS Jadi Temuan BPK, DPRD Banten Desak BPJS Serang Dievaluasi

Minggu, 12 Juli 2026 16:21

Supriadi Sebut Pendidikan Jadi Kunci Memutus Rantai Kemiskinan di Lebak

Minggu, 12 Juli 2026 15:32

DPRD Nilai Pengelolaan Pajak Air Tanah di Cilegon Abaikan Potensi Pendapatan Daerah

Minggu, 12 Juli 2026 15:31

Dewan Sebut Jalan Rusak Jadi Penyebab Utama Kemiskinan di Lebak

Minggu, 12 Juli 2026 15:29

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

by Redaksi
Minggu, 12 Juli 2026 18:19

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID  – Pemerintah Kota Cilegon secara resmi melepas kafilah Kota Cilegon yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Tingkat...

Pemkot Serang Siapkan Bonus untuk Seniman Berprestasi Nasional

by Nahrul Muhilmi
Minggu, 12 Juli 2026 16:49

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana memberikan bonus kepada para pelaku seni yang berhasil mengharumkan nama daerah di...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak