SERANG – Sampah menjadi permasalahan yang masih krusial di Kota Serang. Untuk itu, Pemkot Serang melakukan terobosan dengan rencana menggandeng pihak ketiga untuk mengelola sampah.
Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengaku sudah bertemu dengan investornya. “Mohon doa, kami patut bersyukur ada investor yang mau mengelola sampah di Kota Serang,” ujar Subadri, Minggu (9/12).
Subadri menerangkan, investor dari dalam negeri itu berencana mengelola sampah menjadi gas. Investor itu akan bekerja sama dengan PT PLN untuk mengubah gas menjadi listrik.
Saat ini pihaknya masih melakukan penjajakan. Apabila sepakat, maka Januari akan dilakukan launching kerja sama antara Pemkot dengan investor.
Mantan Ketua DPRD Kota Serang ini mengatakan, pengelolaan sampah yang diubah menjadi gas itu tak akan dilakukan di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong. “Tapi cukup di TPS (tempat pembuangan sampah-red) yang sampahnya banyak, seperti di Rau,” terangnya.
Ia mengungkapkan, pihak ketiga itu hanya membutuhkan lahan sekira seribu meter persegi untuk tempat pengelolaan sampah menjadi gas. Dengan begitu, dari efesiensi anggaran armada pengangkutan sampah dapat digunakan untuk keperluan lain. “Truk sampah tidak perlu ada penambahan karena sampah akan diolah di tempatnya,” jelas Subadri.
Selain di Kota Serang, lanjut Subadri, investor tersebut melakukan hal yang sama di Kabupaten Badung, Bali.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Tendian mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan berbagai macam program untuk mengatasi persoalan sampah untuk membantu menjalankan program 100 hari kerja Walikota Syafrudin dan Wakil Walikora Subadri tahun 2019. Pihaknya saat ini akan melakukan penambahan beberapa personel, peralatan, maupun pengawasan.
“Kami sudah mempersiapkan dengan berbagai macam program. Pertama penambahan personel, peralatan, jalur pengawasan dan pelaksanaan. Anggaran di APBD murni itu sekitar Rp24 miliar kalau tidak ada perubahan,” ujar Tendian.
DLH juga akan melakukan pembebasan lahan TPA Cilowong yang berada di Kecamatan Taktakan tahun depan untuk menambah daya tampung sampah. (Rostinah/RBG)









