SERANG – Penyelidikan dugaan pemerkosaan terhadap tiga siswi SMP di Cikeusal, Kabupaten Serang, membongkar fakta baru. Perbuatan bejat ketiga oknum guru SMP di Cikeusal itu ternyata telah dua kali dilakukan.
Pengakuan itu didapat penyelidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim saat memintai keterangan ketiga korban. “Pengakuannya begitu (dua kali diperkosa-red). Tempatnya masih sama di laboratorium (komputer-red),” ujar Kasat Reskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) David Chandra Babega dikonfirmasi, Senin (17/6).
Ketiga korban, yakni berinisial DO, DL, dan LA. Ketiga korban dimintai keterangan oleh penyelidik pada Jumat (14/6) lalu. Ketiganya menuturkan kali pertama disetubuhi pada Januari 2019.
Ketiga oknum guru berinsial DD, AP dan ON itu menyetubuhi korban di laboratorium sekolah. Modusnya berpura-pura memberikan nilai pelajaran kepada korban. “Modusnya dengan memberikan penilaian pelajaran dan ada juga bujuk rayu. Tapi, keterangan tersebut masih didalami karena kami sedang memperkuat keterangan saksi dan alat bukti,” kata David.
Perbuatan mesum itu membuat para pelaku ketagihan. Ketiga oknum guru tersebut kembali menyusun rencana. Pada 15 Maret 2019, dengan modus serupa, ketiga korban diundang ke laboratorium. Ketiga korban terpaksa mengurungkan niatnya untuk pergi menuju kantin sekolah. Ketiganya justru mendatangi laboratorium sekolah.
Ketiga oknum guru itu telah menunggu di lokasi. Usai berbincang-bincang mengenai pelajaran, DD mengajak DL berpisah dari dua rekannya. AP juga mengajak LA ke pojok laboratorim. Sementara, DO dan ON ditinggalkan berdua.
Ketiga pelaku kembali merayu korban untuk berhubungan intim. Namun, ajakan ketiga pelaku ditolak. Lantaran ditolak, ketiga pelaku secara paksa menyetubuhi korban. “Kami sampai saat ini masih menunggu hasil visum dari rumah sakit (RSDP-red),” kata David.
Dugaan perkosaan itu terbongkar setelah DO diketahui hamil. Saat diinterogasi, DO mengakui telah disetubuhi oleh ON. Selasa (11/6), YH ibu kandung DO melaporkan ON ke Mapolres Serang.
“Awalnya memang satu orang yang buat laporan. Tapi, sekarang sudah tiga. Dua terduga korban telah membuat laporan hari ini,” tutur David. (mg05/nda/ira)









