SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dua remaja yang masih dibawah umur digauli oleh kedua pacarnya. Kasus tersebut terjadi saat kedua anak dibawah umur asal Kasemen, Kota Serang itu meninggalkan rumah setelah dimarahi orang tuanya.
Informasi yang diperoleh, dua gadis kembar itu berinisial AA dan AI. Keduanya yang masih berusia 15 itu meninggalkan rumah sejak Senin Februari 2025 sekitar pukul 02.00 WIB. Keduanya meninggalkan rumah saat orangtuanya tengah beristirahat malam.
Setelah keduanya kabur, ibu korban berinisiatif mencarinya dengan menghubungi kerabat dan teman-teman anaknya. Namun, saat itu belum ada informasi yang jelas.
Khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, keluarga melaporkan ke Mapolresta Serang Kota untuk mencari keberadaan AA dan AI. Setelah 1 pekan pencarian, dua anak kembar itu pulang ke rumah neneknya di wilayah Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Mencurigai anaknya telah jadi korban asusila, orangtuanya berinisiatif melakukan visum terhadap AA dan AI. Hasil pemeriksaan medis, kedua anak kembar itu diduga telah melakukan hubungan layaknya suami istri.
Tak terima anaknya disetubuhi, keluarga korban berinisiatif mendatangi teman dekat AA, HN di rumahnya di Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang dan teman dekat AI, PT di wilayah Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang.
RT setempat berinisial LN, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa jika ada warganya menjadi korban asusila oleh kekasihnya. Peristiwa itu, diduga dilakukan saat gadis kembar itu kabur dari rumah orangtuanya.
“Kabur, yang tua (AA-red) ketemu sama cowoknya (HN-red), yang kedua (AI-red) juga ditampung cowoknya (PT-red),” katanya saat dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu.
Dia menjelaskan korban AA sudah berulang kali disetubuhi oleh kekasihnya. Sedangkan AI mengaku hanya baru satu kali melakukan perbuatan terlarang tersebut.
“Setelah diinterogorasi sudah disetubuhi 5 kali (AA). Empat kali sebelum kabur, 1 kali di Cianjur. Katanya 1 kali (korban AI-red) di wilayah Sempu,” jelasnya.
Menurutnya, alasan kedua anak kembar itu tidak diterima dimarahi oleh orangtuanya. Sehingga keduanya nekat meninggalkan rumah tanpa memberitahukan keluarga.
“Anak dua ini suka bermasalah. Ditanya soal hanphone dibawa HN, ini udah dua kali. Kaburnya barengan, tapi setelah itu misah,” tuturnya.
Editor : Aas Arbi











