SERANG – Setelah delapan bulan terbentuk, pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pascasarjana Untirta Periode 2019-2022 akhirnya dilantik, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Sabtu (31/8).
Hadir dalam pelantikan dan pengambilan sumpah itu Direktur Pascasarjana Untirta Suherman, Wakil Direktur Pascasarjana Untirta Masrupi, serta Ketua IKA Untirta Asep Abdullah Busro.
Usai dilantik, Ketua Pascasarjana Untirta Pudik Prayogi mengapresiasi semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut. “Saya bersyukur karena setelah delapan bulan lebih sejak terbentuk pengurus pada akhir 2018 lalu, kami baru dilantik hari ini,” kata Pudik.
Menurutnya, alumni pascasarjana yang terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Kondisi itu membuat pihaknya tidak mudah untuk melakukan konsolidasi. “Sebenarnya kami sudah siap dilantik pada Desember 2018, tetapi ada musibah tsunami di Banten. Hingga akhirnya pengurus IKA Untirta yang lama berakhir, ” jelasnya.
Meski baru dilantik, kiprah alumni Pascasarjana Untirta menurut Pudik sudah mulai dilakukan. Di antaranya ikut serta dalam menyalurkan bantuan kepada korban tsunami. Selain itu juga melakukan kegiatan sosial di salah satu pondok pesantren pada Ramadan lalu. “Selama ini kita masih mandiri. Ke depan kita harapkan program yang kita lakukan bersinergi dengan pihak kampus, ” harapnya.
Ketua IKA Untirta Asep Abdullah Buso berpesan kepada para pengurus bahwa organisasi alumni adalah nirlaba. Meski begitu ia minta jangan patah semangat. “Kita harus membangun networking. Program yang kita lakukan harus bersinergi dengan kampus, serta pemerintah dan swasta,” katanya.
Asep mengaku tengah mendorong alumni Untirta untuk terus maju di segala bidang. Baik di pemerintahan maupun swasta. “Kita ingin seluruh alumni untuk duduk di posisi strategis. Diberbagai bidang. Semakin kita banyak menempatkan alumni, akan membuktikan eksistensi kita,” katanya.
Menurut Asep, Banten adalah wilayah strategis karena dekat dengan Jakarta. Di Banten terdapat 17 ribu industri. 3000 industri di antara bahkan berskala besar. “Kalau kita bisa akses, saya yakin akan semakin banyak alumni yang terakomodir di industri ini,” Katanya.
Direktur Pascasarjana Untirta Suherman mengatakan bahwa saat ini Untirta punya 11 program studi (prodi). Delapan di antaranya sudah memiliki alumni yang berjumlah sekitar 2800 orang. “Dari sisi akreditasi sedang terus kami perjuangkan untuk ditingkatkan. Bahkan Kami juga sedang berupaya membuka program doktor. Yang paling siap program pendidikan,” katanya.
Suherman meminta pelantikan dan pengambilan sumpah alumni Pascasarjana Untirta segera ditindaklnjuti dengan musyawarah kerja. “Buatlah beberapa program yang selaras dengan visi misi Untirta. Musyawarah kerja menjadi sangat penting. Keberadaan alumni pasca harus mendukung visi kami, yakni maju, bermutu dan berdayasaing,” katanya.
Acara pelantikan dilanjutkan dengan seminar yang diikuti para mahasiswa dan alumni Pascasarjana Untirta. (M Ibnu Marhas)








