CILEGON – DPRD Kota Cilegon periode 2019-2024 akan terdiri dari delapan fraksi. Di antaranya, Fraksi Golkar, Gerindra, PKS, PAN, PDIP, Berkarya, fraksi gabungan Partai NasDem dan PKB, serta fraksi gabungan PPP dan Partai Demokrat.
Dari tujuh fraksi tersebut, hanya Partai Golkar dan Gerindra yang belum menetapkan struktural fraksi. Kedua partai pemenang suara terbanyak tersebut baru akan membahas masalah tersebut dalam waktu dekat.
Sekretaris DPD Partai Golkar Sutisna Abas mengaku, belum menetapkan susunan fraksi karena merasa belum mendapatkan surat dari pimpinan dan sekretariat DPRD terkait permohonan usulan susunan fraksi. “Kalau dari dewannya sudah kirim ke Golkar nanti kita rapat,” ujar Sutisna, kepada Radar Banten, Minggu (8/9).
Terpisah, anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Gerindra Babay Suhaemi mengaku, baru akan membahas susunan fraksi pada hari ini (9/9). “Sekalian pengakraban dan menerima masukan dari teman-teman,” ujar Babay.
Informasinya, Babay adalah sosok yang ditunjuk sebagai Ketua Fraksi Gerindra. Namun, Babay enggan mengungkapkan sebelum diumumkan secara resmi. “Nanti saja. Rencananya pada pertemuan itu, selain akan membahas susunan fraksi, kami juga akan membahas tentang AKD (alat kelengkapan Dewan),” jelasnya.
Sementara itu, partai-partai lain juga telah menetapkan susunan fraksi di DPRD Kota Cilegon, DPW PKS Provinsi Banten menunjuk Abdul Ghoffar sebagai ketua fraksi, dan Aam Amrullah sebagai sekretaris. Sementara Partai Berkarya memberi mandat kepada Dimas Saputra sebagai ketua fraksi dan Buhaeti sebagai sekretarisnya.
Di sisi lain, PDIP masih mempertahankan jabatan ketua Fraksi kepada M Yusuf Amin dan Nonni Purba sebagai sekretaris. Sedangkan PAN menunjuk Edison Sitorus sebagai ketua fraksi dan Masduki sebagai sekretaris.
Di sisi lain, partai-partai yang kurang dari empat kursi, terpaksa harus membuat fraksi gabungan. Partai NasDem melebur dengan PKB sepakat menunjuk Erick Rebiin (dari NasDem) sebagai ketua fraksi dan Sanudin (dari PKB) sebagai sekretaris. Sedangkan PPP dan Demokrat bergabung dan menyepakati Sihabudin Syibli (dari PPP) sebagai ketua fraksi dan Rahmatulloh (dari Demokrat) sebagai sekretaris.
Sebagai fraksi gabungan, Fraksi NasDem PKB dan Fraksi Persatuan Demokrat selain telah menyepakati susunan fraksi, mereka pun telah menyepakati persoalan lain berkaitan dengan AKD dan juga tugas-tugas fraksi.
Erick Rebiin menjelaskan, untuk AKD, sesuai kesepakatan akan ditetapkan secara kondisional. Contohnya, komisi yang akan bermitra dengan Disnaker akan diisi oleh Sanudin. Hal itu dilakukan karena politikus PKB itu diketahui menjabat sebagai ketua serikat buruh.
Pengalaman Sanudin sebagai bagian dari buruh menjadi modal penting dalam menjalankan amanah wakil rakyat dalam hal yang berkaitan dengan buruh dan ketenagakerjaan. “Yang pasti kami akan bekerja untuk rakyat apa pun persoalannya,” ujar Erick.
Sedangkan Fraksi Persatuan Demokrat, dalam pembahasan fraksi, kedua partai yang bergabung pun telah menyepakati penempatan posisi pimpinan selama satu periode akan dibagi menjadi dua. “Nanti setelah dua setengah tahun, ketua Fraksi akan diisi oleh Demokrat, begitu juga dengan jabatan-jabatan lain,” ujar Rahmatullah.
Terkait kebijakan, kata Rahmatullah, untuk segala hal yang menjadi kewenangan fraksi akan dibahas dan disepakati secara bersama-sama. Namun untuk hal yang menjadi kewenangan partai, akan menjadi kebijakan masing-masing. (bam-ibm/ira)








