KRAMATWATU – Di kanan dan kiri sepanjang jalan gang di RW 01, Kampung Pamengkang, Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, berderet tanaman hias dalam pot. Tanaman ini milik warga. Perkampungan ini menjadi lebih hijau.
“Alhamdulillah, sekarang suasananya sudah sangat hijau,” kata Ketua RW 01, Kampung Pamengkang, Uyu Wahyudin kepada Radar Banten, Kamis (31/10).
Di sepanjang jalan gang perkampungan ini, sejauh 150 meter, terdapat sekira seratus tanaman hias dalam pot bunga. Warga menaruhnya di pinggir jalan, tepat di atas beton penutup selokan. Ada juga tanaman hias yang digantung di teras rumah warga menggunakan kawat. “Seluruh warga memang kami wajibkan memajang tanaman,” jelas Uyu.
Agar perkampungan ini tampak lebih cantik, warga telah menghiasi jalan gang dengan grafiti dan gambar beberapa tokoh kartun. Warna cat pada grafiti dan gambar tokoh kartun di atas jalan gang ini sudah memudar.
Menurut Uyu, hal itu karena persiapan Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019 di kampungnynya sudah dimulai sejak Agustus lalu. Warga bergotong royong menata kampungnya. Melakukan penghijauan dengan menghias rumah dengan tanaman hias, mengecat jalan, dan membangun dua pos ronda di depan dan belakang lingkungan Pamengkang. “Persiapannya sih baru 60 persen,” akunya.
Rencananya, Minggu depan (3/11), warga Pamengkang akan kembali bergotong royong melanjutkan pengecatan jalan dan memajang memajang lebih banyak tanaman hijau di lingkungan mereka. “Kita bakal buat lebih hijau dan berwarna,” jelas Uyu.
Ketua RT 01 RW 01, Kampung Pamengkang, Rahmat menambahkan bahwa warga sangat antusias dan kompak menyambut perlombaan dengan hadiah total senilai Rp900 juta itu. Terbukti, setiap imbauan gotong royong dari pengurus lingkungan, selalu dilaksanakan warganya. “Kita juga punya donatur yang juga warga setempat, yakni Ade Wijaya dan Daday,” ungkapnya.
Rahmat berharap, LKBA Kabupaten Serang bisa dilaksanakan rutin setiap tahun. Sehingga, tujuan menumbuhkan kesadaran warga agar hidup bersih dan aman bisa tercapai dan bisa menjadi budaya. “Semoga, sadarnya enggak cuma ada lomba aja, tapi ada atau tidak ada lomba, jaga kebersihan dan keamanan mah wajib dan berkelanjutan,” pungkas Rahmat. (mg06/don/ags)








