SERANG – Ribuan masyarakat Tanggul, Cimuncang, Kota Serang tumpah ruah memenuhi Jalan Samaun Bakri Kota Serang, Sabtu (23/11). Penuh suka cita mereka melakukan iring-iringan merayakan Maulid Nabi.
Dengan iringan salawat, masyarakat membawa hiasan Panjang Mulud berbagai bentuk. Mulai dari kapal, rumah-rumahan, mobil, pesawat terbang dan ornamen lainnya.
Panjang yang dihias warna-warni itu berisi sembako. Selain itu juga berisi perkakas rumah tangga, sofa, lemari, sepeda hingga sepeda motor. Acara semakin meriah saat iring-iringan itu membunyikan petasan dan kepulan asap warna-warni.
Warga semakin semangat saat Walikota Serang Syafrudin ikut serta dalam iringin-iringan. Lantaran macet total, Syafrudin terpaksa dijemput dengan sepeda motor. Setelah sampai gang menuju Masjid, orang nomor satu di Ibukota Banten itu ikut serta jalan kaki membaur bersama ribuan masyarakat yang hadir.
Pekikan takbir bergema bersahut dengan salawat yang diiringi nada dari rebana. “Peringatan Maulid Nabi di Kota Serang di semua pelosok baik di Masjid, perkampungan, Musola, majelis taklim hingga pesantren sangat meriah,” kata Syafrudin di sela-sela acara.
Kemeriahan itu, ucap Syafrudin, sebagai tanda masyarakat Kota Serang mencintai Nabi Muhammad. Apalagi, dari tahun ke tahun, peringatan Maulid Nabi di Lingkungan Tanggul sangat meriah. “Ini tanda kekompakan masyarakat, dan harus terus dipertahankan,” ujarnya.
Ia meminta agar masyarakat terus menjaga. Kata Syafrudin, yang paling penting acara Maulid Nabi tidak hanya sekadar seremonial. Akan tetapi diisi dengan tausiah agama sehingga keteladanan Nabi Muhammad bisa dipraktikan dalam hidup sehari-hari. “Saya apresiasi, mudah-mudahan Maulid Nabi ini lebih meriah lagi dan kita sama-sama berdoa mendapat ridho Allah swt,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Panitia Maulid Nabi Masjid Al Ittihad, Tanggul, Cimuncang Ahmad Salafi mengatakan, setiap tahun masyarakat memperingati Maulid Nabi. “Ini gotong royong dan kami siapkan selama lima bulan,” katanya.
Kata dia, ada sekira dua ribu kepala keluarga yang didata. Jumlah tersebut belum termasuk warga yang diundang dan datang sendiri. “Alhamdulillah, ini ada 108 kiai dari berbagai Kota Serang yang hadir,” katanya.
Menurutnya, kegaiatan Panjang Mulud sebagai rasa syukur dan silaturahmi sesama warga. “Kita tidak ada kewajiban atau target, tapi secara suka rela masyarakat menyiapkan sendiri. Dan Alhamdulillah setiap tahun selalu rame,” katanya. (Ken Supriyono)










