slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

APBD Pemprov Berkurang Rp3,3 Triliun

Redaksi by Redaksi
29-07-2020 11:43:32
in Berita Utama, Pemerintahan
APBD Pemprov Berkurang Rp3,3 Triliun
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Pemprov Buka Peluang Pinjam Dana Pusat

SERANG – Dalam tiga tahun terakhir, APBD Provinsi Banten selalu di atas Rp10 triliun. Bahkan APBD 2020 tembus hingga Rp13,21 triliun sehingga menempati urutan kelima secara nasional sebagai daerah dengan kemampuan fiskal yang tinggi.

Namun pandemi Covid-19 membuat Pemprov Banten harus kehilangan pendapatan daerah lebih dari Rp2 triliun dari target pendapatan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Bahkan dana perimbangan juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Begitu juga lain-lain pendapatan yang sah terdiri atas pendapatan hibah dan dana insentif daerah juga turun. Sementara pembiayaan daerah justru meningkat ribuan kali lipat untuk menambah modal Pemprov di Bank Banten.

Baca Juga :

Pemprov Banten Raih Paritrana Award 2025

Bankeu Desa Banten Naik Jadi Rp120 Juta, Fokus Infrastruktur dan SDM

Pajak 8.180 Unit Kendaraan Dinas di Banten Tidak Dibayarkan

Dindik Banten Siapkan Pra-SPMB, Pendaftaran Siswa Baru Dimulai 10 Juni

Gubernur Banten Wahidin Halim mengungkapkan, pandemi Covid-19 berimbas pada pendapatan daerah, dan ini terjadi pada 34 provinsi di Indonesia. Turunnya target pendapatan daerah secara otomatis berpengaruh terhadap belanja daerah. “Belanja daerah Provinsi Banten dalam APBD murni tahun 2020 dianggarkan sebesar Rp13,21 triliun, namun dalam APBD Perubahan 2020 kami usulkan menjadi Rp9,85 triliun, atau berkurang sebesar Rp3,36 triliun akibat covid,” kata Wahidin saat menyampaikan Nota Pengantar Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna DPRD Banten, Selasa (28/7).

Ia melanjutkan, penurunan belanja daerah secara umum terjadi pada saat pergeseran anggaran (refocusing) dalam rangka penanganan Covid-19. “Refocusing memang bikin pusing, tapi ini harus dilakukan sesuai instruksi pemerintah pusat dalam rangka penanganan Covid-19,” ujarnya.

Gubernur yang akrab disapa WH ini menjelaskan, pengurangan belanja daerah terjadi dalam pos belanja tidak langsung, belanja langsung dan pembiayaan daerah. Pos belanja tidak langsung sebelum perubahan APBD sebesar Rp8,22 triliun turun menjadi Rp7,16 triliun atau turun 12,99 persen. Sedangkan belanja langsung sebelum perubahan APBD sebesar Rp4,98 triliun turun menjadi Rp2,69 triliun atau turun 46,02 persen.

“Di samping adanya perubahan kebijakan belanja, perubahan APBD 2020 juga mengalami perubahan pembiayaan daerah. Sebelum perubahan APBD dialokasikan sebesar Rp50 miliar bertambah sebesar Rp1,51 triliun, sehingga setelah perubahan menjadi sebesar Rp1,56 triliun,” tuturnya.

WH memaparkan, pengurangan anggaran belanja tidak langsung berasal dari pengurangan anggaran belanja pegawai berupa tambahan penghasilan/tunjangan kinerja ASN sebesar 50 persen selama tujuh bulan (Juni-Desember 2020), pengurangan anggaran belanja hibah kepada lembaga/organisasi kemasyarakatan, pengurangan anggaran belanja bansos yang tidak direncanakan, serta penyesuaian alokasi belanja bagi hasil pajak daerah kepada kabupaten/kota. Sementara pengurangan anggaran belanja langsung dipangkas dari semua program Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Jadi penganggaran perubahan APBD 2020 difokuskan pada penyediaan anggaran untuk jamainan kesehatan masyarakat miskin atau penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan dari anggaran provinsi, penanggulangan dampak ekonomi melalui program padat karya, dan penganggaran kegiatan yang berkaitan dengan upaya peningkatan pajak daerah,” jelasnya.

Semua pengurangan belanja daerah itu, telah memenuhi kriteria untuk dilakukan perubahan anggaran. Menurut WH, Perubahan APBD dilaksanakan dalam berbagai hal. Pertama, perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran tahun berjalan berupa terjadinya pelampauan atau tidak tercapainya target pendapatan daerah, alokasi belanja daerah, sumber dan penggunaan pembiayaan yang semula ditetapkan dalam kebijakan umum anggaran. Kedua, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja. Ketiga, keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan. Keempat, keadaan darurat. “Dengan memperhatikan ketentuan dimaksud, tentunya APBD Provinsi Banten memenuhi kriteria untuk dilakukan perubahan,” ungkapnya.

WH melanjutkan, pengurangan belanja daerah sebesar Rp3,36 triliun disesuaikan dengan perubahan pendapatan daerah dalam APBD 2020, semula pendapatan ditargetkan sebesar Rp12,61 triliun  berkurang sebesar Rp2,15 triliun atau menurun sebesar 17,1 persen. Sehingga target pendapatan daerah setelah perubahan menjadi Rp10,45 triliun.

Adapun Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebelum perubahan ditargetkan sebesar Rp8,15 triliun, berkurang  Rp2,05 triliun atau menurun sebesar 25,15 persen. Sehingga target PAD setelah perubahan menjadi sebesar Rp6,10 triliun. “Penurunan PAD, secara signifikan didominasi pajak daerah yang berasal dari PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) dari target semula sebesar Rp7,75 triliun menjadi sebesar Rp5,78 triliun atau berkurang sebesar Rp1,97 triliun,” tegasnya.

Terkait dana perimbangan, lanjut WH, dalam APBD murni 2020 ditargetkan sebesar Rp4,40 triliun, berkurang Rp99,32 miliar atau turun 2,26 persen menjadi Rp4,30 triliun. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebelum perubahan ditargetkan sebesar Rp50,50 miliar berkurang Rp4,36 miliar menjadi Rp46,14 miliar.

PINJAMAN PUSAT

Di akhir paparannya, WH mengaku mendapatkan informasi terkait rencana pemerintah pusat yang akan memberikan pinjaman dana sebesar Rp200 triliun untuk daerah-daerah.

“Saya mendapatkan informasi dari medsos, bahwa ada peluang bagi daerah meminjam dana ke pusat tanpa bunga. Bila rencana ini benar, Pemprov akan segera melakukan kajian sebelum mengajukan pinjaman dana itu ke pusat. Sebab Pemprov Banten memang membutuhkan tambahan anggaran untuk belanja daerah,” ungkapnya.

Terkait berapa pinjaman yang dibutuhkan Pemprov, WH mengaku akan diputuskan bila pihaknya sudah melakukan kajian. “Saya minta Pak Sekda memastikan pinjaman dari pusat itu benar atau tidak. Bila benar, Pemprov berpeluang untuk mengajukan pinjaman dana. Nanti akan kita laporkan juga ke DPRD berapa pinjaman yang akan diajukan Pemprov,” pungkasnya.

Usai Gubernur menyampaikan nota pengantar Raperda tentang Perubahan APBD 2020, Wakil Ketua DPRD Banten Barhum yang memimpin rapat paripurna mengatakan, raperda yang diusulkan Gubernur selanjutnya akan ditanggapi oleh fraksi-fraksi di DPRD Banten.

“Menindaklanjuti nota pengantar Gubernur tentang Perubahan APBD 2020, selanjutnya DPRD Banten menjadwalkan rapat paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap raperda usul Gubernur tersebut pada Rabu (29/7),” jelasnya.

Usai paripurna, WH kembali menegaskan bahwa Perubahan APBD dilakukan sebagai langkah penyesuaian prioritas pembangunan, sasaran dan indikator kerja pembangunan, serta arah kebijakan pembangunan tahun 2020. Kemudian pergeseran, penghapusan, penambahan anggaran, perubahan target output kegiatan dan perubahan target outcome program serta peningkatan pengendalian penyakit menular (Covid-19). Selain itu, recovery ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial (social safety net). Termasuk adanya penyertaan modal kepada PT BGD dalam rangka penyehatan Bank Banten sebesar Rp1,551 triliun.

“Prinsipnya kami telah melaksanakan instruksi OJK untuk menambah modal untuk menyehatkan Bank Banten. Hari ini (kemarin) kami usulkan tambahan penyertaan modalnya dalam perubahan APBD 2020. Semoga Bank Banten segera dinyatakan sehat oleh OJK,” pungkasnya. (den/air)

Tags: Pemprov Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Persyaratan Administrasi RT 04 Cipaung Bakal Dilengkapi

Next Post

Qurban dan Solidaritas Sosial

Related Posts

Paritrana Award 2025
Berita Utama

Pemprov Banten Raih Paritrana Award 2025

by Ahmad Rizal Ramdhani
Jumat, 8 Mei 2026 18:59

SERANG,RADARBANTEN.CO.IS- Pemerintah Provinsi Banten meraih penghargaan penganugerahan paritrana jaminan sosial ketenagakerjaan award tahun 2025. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Koordinator...

Read moreDetails

Bankeu Desa Banten Naik Jadi Rp120 Juta, Fokus Infrastruktur dan SDM

Pajak 8.180 Unit Kendaraan Dinas di Banten Tidak Dibayarkan

Dindik Banten Siapkan Pra-SPMB, Pendaftaran Siswa Baru Dimulai 10 Juni

Gubernur Banten Larang ASN nya Titip-Menitip di SPMB SMA/SMK Negeri

PMII Banten Gelar Diskusi Publik Kebijakan Pajak, Pemprov Banten Malah Tidak Hadir

Gubernur Andra Soni Ingin Investasi di Banten Serap Tenaga Kerja Lokal

Bank Banten Komitmen Berikan Layanan Terbaik Bagi Pemda

DPRD Banten Soroti PAD yang Belum Optimal dalam 21 Catatan LKPJ Pemprov Banten 2025

Pemprov Banten Ikuti Kebijakan Pusat, Pajak Kendaraan Listrik Resmi Digratiskan

Next Post
Qurban dan Solidaritas Sosial

Qurban dan Solidaritas Sosial

Terduga Pelaku Pencurian Kerbau di Kawasan KIEC Ditangkap

Terduga Pelaku Pencurian Kerbau di Kawasan KIEC Ditangkap

Gudang Produksi Bakso Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta

Gudang Produksi Bakso Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Jaminan Sosial

BPJS Ketenagakerjaan Banten Targetkan 4,2 Juta Pekerja Terlindungi Jaminan Sosial

Jumat, 8 Mei 2026 19:40
Otonomi Daerah

Guru Besar Uniba Nilai Otonomi Daerah Dibayangi Tekanan Fiskal

Jumat, 8 Mei 2026 19:39
Potensi Besar PT SBM

Miliki Potensi Besar, Pemkab Serang Bakal Pertahankan PT SBM

Jumat, 8 Mei 2026 19:37
Pengerasan Jalan TMMD

Pengerasan Jalan TMMD 128 Dongkrak Ekonomi Warga Pulomerak

Jumat, 8 Mei 2026 19:36
Proyek Pool Taksi

Proyek Pool Taksi Green SM Belum Sepenuhnya Dipagar, Longsor Susulan Masih Mengintai

Jumat, 8 Mei 2026 19:34
Jembatan Merah Putih

Jembatan Merah Putih Presisi Direvitalisasi, Kapolda Banten: Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat

Jumat, 8 Mei 2026 19:05
Jaminan Sosial

BPJS Ketenagakerjaan Banten Targetkan 4,2 Juta Pekerja Terlindungi Jaminan Sosial

Jumat, 8 Mei 2026 19:40
Otonomi Daerah

Guru Besar Uniba Nilai Otonomi Daerah Dibayangi Tekanan Fiskal

Jumat, 8 Mei 2026 19:39
Potensi Besar PT SBM

Miliki Potensi Besar, Pemkab Serang Bakal Pertahankan PT SBM

Jumat, 8 Mei 2026 19:37
Pengerasan Jalan TMMD

Pengerasan Jalan TMMD 128 Dongkrak Ekonomi Warga Pulomerak

Jumat, 8 Mei 2026 19:36
Proyek Pool Taksi

Proyek Pool Taksi Green SM Belum Sepenuhnya Dipagar, Longsor Susulan Masih Mengintai

Jumat, 8 Mei 2026 19:34
Jembatan Merah Putih

Jembatan Merah Putih Presisi Direvitalisasi, Kapolda Banten: Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat

Jumat, 8 Mei 2026 19:05

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Jaminan Sosial

BPJS Ketenagakerjaan Banten Targetkan 4,2 Juta Pekerja Terlindungi Jaminan Sosial

by Ahmad Rizal Ramdhani
Jumat, 8 Mei 2026 19:40

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Banten menargetkan sebanyak 4,2 juta pekerja di Provinsi Banten terlindungi oleh jaminan sosial...

Otonomi Daerah

Guru Besar Uniba Nilai Otonomi Daerah Dibayangi Tekanan Fiskal

by Yusuf Permana
Jumat, 8 Mei 2026 19:39

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Guru Besar Universitas Bina Bangsa (Uniba), Bambang D. Suseno, menilai persoalan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah saat ini menunjukkan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak