CILEGON – PT Pertamina (Persero) LPG Terminal Tanjung Sekong memberikan bantuan mesin pencacah sampah plastik dan sampah organik ke warga di lingkungan RW 04, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
Pemberian bantuan mesin pencacah sampah itu merupakan bentuk implementasi dari program bank sampah. Tidak hanya memberikan bantuan alat pencacah sampah, dalam kesempatan yang sama, PT Pertamina pun melakukan sosialisasi.
Diketahui, sampah merupakan salah satu persoalan yang belum tertangani secara tuntas di Kota Cilegon, salah satunya di Kecamatan Pulomerak.
Menyadari kondisi tersebut, dengan mengoptimalkan program CSR, PT Pertamina Tanjung Sekong memberikan solusi berupa alat yang bisa mengolah sampah.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh LPG Terminal Manager PT Pertamina Tanjung Sekong Asmat Subandi kepada Ketua RW 04 Tatang Buang di lapangan olahraga yang berada di lingkungan masyarakat.
Mengingat dalam masa pandemi Covid-19, proses penyerahan bantuan pun dilakukan dengan mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes).
“Harapannya dengan adanya program bank sampah, masyarakat dapat memilih dan memilah sampah untuk peningkatan ekonomi,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (22/12).
Asmat berharap masyarakat bisa mengoptimalkan bantuan alat tersebut, selain untuk peningkatan ekonomi, juga untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
“Kami sebagai bagian dari masyarakat merasa peduli dengan lingkungan sekitar, ini salah satu bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, ketua RW 04 Tatang Buang mengungkapkan, bantuan mesin pencacah sampah serta sosialisasi bank sampah menjadi harapan baru bagi masyarakat di sekitar.
Pasalnya dengan adanya program tersebut, selain masyarakat bisa menjaga lingkungan aga tetap bersih dan sehat, program itu pun menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19.
Dijelaskan Tatang, dengan adanya program bank sampah menjadi harapan di masa pandemi covid-19 untuk menambah pendapatan.
“Kami ucapkan terimakasih kepada Pertamina yang sudah peduli terhadap kondisi lingkungan masyarakat,” paparnya.
Dengan adanya program itu, masyarakat akan merubah cara pandang masyarakat terhadap sampah rumah tangga yang sebelumnya langsung dibuang, akan didaur ulang dan dimanfaatkan demi menunjang perekonomian.
“Kalau udah ada alat ini, nanti kita akan diskusi akan membuat program apa saja, yang pasti gimana caranya sampah yang tadinya langsung dibuang, ini bisa diubah jadi uang,” tuturnya.
Dalam kegiatan ini PT. Pertamina bekerjasama dengan dengan lembaga Palapa Cendekia dan sosialisasi penguatan bank sampah kepada masyarakat diisi oleh Bank Sampah Digital Serang. (Bayu Mulyana)








