Delapan konsultan proyek FS juga telah dimintai keterangan. Yakni, PT Fajar Konsultan, PT Raudhah Karya Mandiri, CV Tsab Konsulindo, CV Mitra Teknik Konsultan, dan PT Spektrum Tritama Persada. Lalu, PT Javatama Konsulindo, PT Tanoeraya Konsultan, serta PT Desain Konsulindo. “Kalau saksi sudah banyak yang kita periksa,” ujar Ivan.
Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas BPK Perwakilan Banten Dayu Sandra Tiurma Uly mengakui audit PKN proyek yang diduga fiktif itu masih berjalan. Namun, Dayu tidak menjelaskan alasan atau kendala terkait lamanya audit kerugian negara tersebut. “BPK yang mengaudit kerugian negaranya, dalam proses (audit-red), pasti butuh waktu (untuk menyelesaikan-red),” tutur Dayu melalui sambungan telepon.
Beberapa waktu lalu, Joko Waluyo sempat menepis adanya pekerjaan belanja jasa konsultan yang fiktif.
Delapan konsultan yang ditunjuk telah melaksanakan studi kelayakan. Soalnya, hasil studi kelayakan pengadaan lahan untuk SMA SMK di 16 titik itu telah diterima.
“Ketika mau mengatakan fiktif itu, ujilah itu apakah tidak sesuai kondisi di lapangan. Sederhananya begitu. Misalnya, kondisi kontur, foto udara, kan ada semua itu. Jadi, sulit dibantahlah kalau itu kemudian diduga fiktif,” kata Joko.
Saat itu, Joko meminta konsultan melakukan studi kelayakan 20 titik dari 16 titik pengadaan lahan yang telah dianggarkan. “Ketika memberikan pemahaman tentang skop (ruang lingkup-red) pekerjaan (kepada konsultan-red), saya sampaikan. Misalnya, saat melakukan studi, saya tidak mau hanya satu titik. Untuk kebutuhan satu lokasi, ada beberapa tempatlah yang jadi pilihan saya,” tutur Joko. (fam/nda)









