MONUMEN PERJUANGAN
Sementara itu, Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan mengatakan, monumen perjuangan Provinsi Banten yang diusulkan pendiri provinsi dalam sambutan HUT ke-21 Banten menjadi sesuatu yang penting. “Kita sadari di usia ke 21 tahun ini tokoh-tokoh muda yang dulu berjuang kini juga sudah terlihat tua. Dan yang dulu tokoh-tokoh senior ternyata sudah banyak yang meninggal. Lihat saja hari ini (kemarin-red) dalam ruang paripurna sudah banyak yang makin sepuh,” ujarnya.
Kata dia, tanpa ada perjuangan mereka, maka tidak ada 21 tahun Provinsi Banten. Monumen ini tidak boleh terlambat, sebab jika tidak didevelop sekarang nanti bisa ahistoris. “Makin lama makin sedikit mereka yang dulu terlibat dalam pembentukan provinsi Banten,” tutur Fitron.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Provinsi Banten ini juga mengatakan, bangsa yang tidak menghargai sejarah akan terasing karena kehilangan jati diri. Pencatatan pengkodifikasian proses sejarah bisa salah dijelaskan jika tidak disertai mereka yang terlibat.
Menurutnya, ada banyak cara dalam membangun monumen tersebut. “Karena monumen fisik saja tidak cukup. Bentuknya bisa diorama juga. Sehingga bentuk-bentuk warisan digital yang telah diolah dan dimoderenisasi secara visual akan lebih menarik dan sistematis. Sekarang saatnya, meski terlambat tapi sudah seharusnya,” tegas Fitron. (den-nna/air)











