Setelah tubuh pelaku keluar, Fida sempat meneriakinya. Namun, teriakannya tidak membuat warga mendekat. Saat hendak kabur, Fida menarik dan mendekap leher pelaku lalu menjatuhkannya. “Waktu itu warga mungkin enggak percaya kalau pelaku ini maling. Warga datang setelah saya giniin (piting-red) dan saya berteriak minta tolong,” kata Fida.
Pelaku yang terkepung sempat menjadi bulan-bulanan warga sekitar. Dalam kondisi babak belur, pelaku diamankan aparat kepolisian dari Polres Serang Kota. “Kebetulan di lokasi ada anggota kami yang sedang berpatroli,” ujar Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea.
Tak lama anggota Satreskrim Polres Serang Kota tiba di lokasi dan membawanya ke Mapolres Serang Kota. “Pelaku ini belum berhasil mengambil uang, dia ini mengambil sebuah kantong plastik berisi perlengkapan bayi,” kata Maruli didampingi Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) M Nandar.
Dari pemeriksaan terhadap pelaku dan korban, kasus tersebut melibatkan dua pelaku lain. Keduanya melarikan diri saat pelaku berhasil ditangkap. “Ada dua pelaku lagi yang belum ditangkap, keduanya warga Bekasi dan Sumatera,” ungkap alumnus Akpol 2002 ini.
Sementara pelaku Wahyudi mengaku sebelum memecahkan kaca mobil korban, terlebih dahulu membuntutinya. Di perjalanan, kendaraan korban dipepet dan ditaburkan paku dekat ban. “Biar korban berhenti (karena ban bocor-red),” kata Wahyudi.
Warga Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan ini mengaku sudah dua kali terlibat kasus pencurian dengan modus pecah kaca. Dua kejadian lainnya ada di Kramatwatu, Kabupaten Serang. “Sudah tiga kali, dua lagi (TKP-red) ada di Kramatwatu,” katanya. (fam/nda)











