Kata Nahrawi, pengelolaan arsip kerap kali dipandang sebelah mata dan sepele. Sehingga tak jarang pada saat tertentu pihak Kelurahan dan Desa kesulitan menemukan arsip apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. “Arsip kadang dicari sulit ditemukan. Kalau saat ini sudah rapih ke depan akan mudah mencarinya,” terangnya.
Nahrawi menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam mengelola arsip. Yakni, sumber daya manusia serta sarana dan prasarana. Sehingga, semua jenis arsip apapun jika kedua elemen ini ada maka pengelolaan arsip akan berjalan baik. “Untuk tahun ini, kami melakukan kegiatan di 30 titik di wilayah Banten,” katanya.
Kepala DPK Provinsi Banten Usman Assidiqi Qohara mengatakan, kegiatan sosialiasi ini dilakukan sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola arsip dan tertib arsip. “Semua jenis pengelolaan kearsipan penting dilakukan oleh pihak Kelurahan dan Desa, sehingga ke depan pengelolaan kearsipan menjadi perhatian bersama,” katanya. (zan)











