“Intinya uji coba dulu kualitas briketnya apakah kalorinya kurang atau kelebihan, di lab kan dulu,” ujar Helldy, Minggu (31/10).
Uji coba dilakukan oleh PT IP, karena salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu memiliki alat yang mampu menguji kadar briket yang layak sesuai standar IP.
Jika PT IP menilai briket yang dihasilkan di TPSA Bagendung sudah memenuhi standar, maka produksi besar akan dilakukan.
Untuk produksi besar, Helldy pun mengaku tidak akan menggunakan dana APBD, melainkan menggaet pihak swasta.
“Kalau IP sendiri mau gak masalah,” ujar Helldy.











