SERANG – A Taufik Nuriman (ATN) selama menjabat Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dari 2008-2021 telah melaksanakan beberapa kegiatan.
Antara lain menggelar reuni akbar tahun 2008, berpartisipasi dan menjadi ketua steering committee (SC) saat UIN menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Olahraga, Seni, dan Riset (Pionir) VI Tahun 2013 Kementerian Agama RI, membangun gedung alumni di Penacangan, Kota Serang, pada tahun 2013 dan diresmikan pada 2015 bersamaan dengan acara reuni akbar. Kemudian membangun climbing wall tahun 2013 untuk menunjang aktivitas mahasiswa, memberikan bantuan pembangunan masjid kampus Rp 100 juta, dan berpartisipasi di setiap acara dies natalis.
Hal itu disampaikan Taufik Nuriman saat melaporkan kegiatan IKA UIN Banten 2008-2021 pada sarasehan dan temu alumni, Sabtu (11/12). “Dukungan yang diberikan baik secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Taufik.
Dukungan terhadap lulusan UIN, kata Taufik, semasa menjadi Bupati Serang memberikan kesempatan kepada para sarjana agama untuk ikut tes CPNS. Begitu pula dengan jenjang karier pegawai yang berlatar belakang sarjana agama.
Taufik mengungkapkan, perguruan tinggi Islam di Banten ini memiliki sejarah panjang sebelum statusnya berbah menjadi UIN. Sejak berdiri sekitar tahun 1962 telah banyak melahirkan alumni yang tersebar dalam berbagai lapangan pengabdian di masyarakat. Dari sekian jumlah alumni, ada yang mengembangkan pengabdiannya di bidang pemerintahan, menjadi anggota DPRD dari berbagai partai politik, bergerak di bidang usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, serta banyak yang melaksanakan pengabdian di dunia pendidikan, baik formal maupun nonformal.
“Tidak sedikit lembaga-lembaga pendidikan pesantren, baik salafi maupun modern, khususnya di Banten yang dipimpin atau dikelola oleh para alumni. Fakta ini menunjukkan bahwa sesungguhnya masyarakat telah mengakui keunggulan alumni dan secara tidak langsung merupakan bentuk pengakuan masyarakat akan kualitas pendidikan di UIN,” ungkap Taufik.
Sebagai alumni, lanjut dia, memiliki kewajiban tidak semata melakukan pengabdian di masyarakat, juga memiliki rasa tanggung jawab dalam mengembangkan kampus sebagai almamater.
“Terbentuknya IKA UIN Banten menurut saya merupakan wujud dari pertanggungjawaban para alumni untuk turut terlibat dalam peningkatan kualitas UIN, baik secara akademik maupun kelembagaan,” kata alumni UIN (dulu IAIN) angkatan 1973 ini.
IKA UIN Banten, lanjut Taufik, juga menjadi sarana silaturahmi para alumni yang sudah terpisahkan oleh jarak dan waktu, sekaligus menjadi ajang mengenang masa lalu saat masih berada di bangku kuliah.
Pada sarasehan dan temu alumni, dilaksanakan pemilihan ketua umum IKA UIN Banten. Hasilnya, KH Uwes Nawawi terpilih sebagai ketua umum periode 2021-2026. (aas)











