Salah satu hal yang perlu diwaspadai untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga, adalah waspada varian Omicron yang berasal dari transmisi lokal. Hal ini lantaran, beberapa kasus Covid-19 dari varian Omicron di negara-negara Eropa terjadi bukan dari pelaku perjalanan internasional dan berasal dari transmisi lokal. Ia pun mencontohkan beberapa kasus Omicron di Jerman dan Spanyol yang ditemukan tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri.
“Pemerintah daerah diminta terus meningkatkan pemeriksaan sampel melalui laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS). Sebab Indonesia sangat berisiko tinggi terhadap varian Omicron,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan kasus pertama varian Omicron di Jakarta. Pasien pertama yang terpapar Covid-19 varian Omicron adalah petugas pembersih di Wisma Atlet yang dinyatakan positif Covid-19 pada 8 Desember 2021. Pasien yang terpapar Omicron disebut tidak memiliki gejala Covid-19 sama sekali. “Orang ini tanpa gejala dan mereka masih sehat, tidak ada batuk, tidak ada demam,” beber Menkes dalam konferensi pers Kamis (16/12).
Budi menuturkan, sebelumnya ada tiga orang yang dites. Namun dua di antaranya tidak terkonfirmasi Covid-19 Omicron. “Jadi kembali, ada tiga orang pekerja pembersih di Wisma Atlet tanggal 8 dites PCR-nya positif, tanggal 10 dikirimkan ke Balitbangkes untuk di-genome sequencing, tanggal 15 keluar hasil WGS-nya dari tiga orang ini satu Omicron, yang dua bukan Omicron,” bebernya. (den/air)















