Sementara itu, Wakil Ketua LPTQ Lebak KH Ahmad Hudori membenarkan, pihaknya menemukan adanya dugaan perjokian dalam pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Banten. Kejadian itu terjadi di kategori Tilawah dan Syarhil Quran.
“Kalau daerah mananya kita tidak tahu. Tapi di kategori Tilawah dan Syarhil Quran,” katanya.
Dia mengaku, telah melaporkan kecurangan tersebut ke LPTQ Banten. Tujuannya supaya kasus perjokian yang terjadi di MTQ Banten dapat diungkap dan panitia memberikan sanksi tegas kepada peserta serta kabupaten kota yang melakukan kecurangan. Apalagi, pada pelaksanaan MTQ tahun ini ada sedikit kejanggalan. Di mana proses absensi menggunakan finger print biasanya dua kali, tapi ini hanya dilakukan satu kali.
“Biasanya itu kan dua kali pas pendaftaran dan saat akan tampil. Nah di MTQ kemarin hanya saat pendaftaran saja,” jelasnya.
Pada MTQ Banten, LPTQ Kabupaten Lebak komitmen menyertakan qari dan qariah putera daerah. Karena LPTQ ingin ke depan lahir qari dan qariah berprestasi yang dapat mengharumkan nama Lebak di tingkat regional maupun nasional.
“Kita terima berada dirangking ke-tujuh karena kafilah yang kita kirimkan semuanya murni binaan LPTQ Kabupaten Lebak,” tegasnya.(nce/tur)











