Syafrudin memberi waktu kepada kontraktor agar merampungkan pekerjaan tersebut hingga 15 hari ke depan. “Masih 10 persen lagi sedang dikerjakan. Mudah-mudahan dalam waktu 15 hari sudah clear seperti ini,” harapnya.
Politikus PAN Banten ini bersyukur Pemkot Serang dapat terhindar dari sanksi Pemerintah Pusat lantaran progres pekerjaan telah melebihi 80 persen. “Enggak didenda APBD kita, karena sudah di atas 80 persen (progres pekerjaan-red). Audit itu 88 persen. Jadi sudah tidak menjadi beban APBD Kota,” katanya.
Menurut laporan yang diterima, molornya pembangunan itu lantaran terkendala curah hujan tinggi di akhir tahun. “Yang penting 15 hari ke depan harus sudah selesai,” tegasnya.
Sementara untuk progres pekerjaan Gedung Dilatasi RUSD Kota Serang telah mencapai 100 persen. Pembayaran gedung yang dibiayai oleh APBD 2021 Kota Serang sebesar Rp7 miliar itu pun sudah rampung. “Alhamdulillah sudah 100 persen. Sudah dibayar semua gak ada yang menunggak,” katanya.
“Mudah-mudahan Bulan Maret (difungsikan-red), karena ini juga harus segera diisi peralatannya. Dan perlu saya sampaikan dari DAK itu untuk peralatan gedung terpadu ada Rp14 miliar termasuk tempat tidur dan lain sebagainya,” bebernya.











