SERANG-Warga Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang mendesak Pemkot Serang merampungkan pembangunan frontage. Sejak empat tahun pembangunan betonisasi rampung, hingga kini rencana pembangunan flyover akses yang menghubungkan Kelurahan Kaligandu-Unyur tak ada kejelasan.
Diketahui, pembangunan flyover frontage itu bertujuan mengurai kemacetan di Kota Serang. Pada 2015, Pemkot Serang telah mengalokasikan Rp7,5 Miliar untuk membebaskan lahan sepanjang 1.500 meter dengan lebar enam meter. Tahun 2016, pada APBD Kota Serang dialokasikan Rp2 miliar untuk betonisasi jalan.
Pada awal 2020, Pemkot Serang mengajukan izin ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembangunan flyover. Namun, proyek yang melintasi rel kereta api itu terlebih dahulu harus mengantongi izin dari Dirjen Perkeretaapian Kemenhub.
Kemudian, pada awal Maret 2021 Pemkot Serang kembali bersurat kepada Dirjen Perkeretaapian Kemenhub perihal perizinan pembangunan flyover dan pembuatan simpang sebidang sementara. Namun, hingga kini belum menerima kejelasan.
Perwakilan Warga Banten Indah Permai, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang Jeje Sudrajat mengatakan, jalan tersebut mangkrak selama empat tahun. “Kami menginginkan pemerintah menyambungkan jalan dari titik A ke titik B. Cuma tujuh meter, masa pemerintah tidak mampu. Ini sudah empat tahun mangkrak,” ujarnya, Senin (24/1).











