Tidak hanya fokus pada kebersihan saja, Desa Tebel juga kini menjadi desa literasi. “Di setiap sudut-sudut kampung terdapat taman baca dan belajar.Tujuan kami agar anak-anak Desa Tebel tidak tergerus zaman dan terlena dengan teknologi yang semakin canggih. Dari pada mereka main games dan nongkrong yang tidak jelas, kami sedikan wadah untuk mereka belajar bersama,” pungkas Triyono.
Koordinator ‘Preman Kali’ Desa Tebel, Umbar mengatakan, ibu-ibu yang tergabung dalam ‘Preman Kali’ secara suka rela membersihkan dan menajga kali agar tetap bersih dan asri. “Dulu sampah penuh di sungai. Bahkan airnya juga enggak ngalir dan bau. Sekarang sudah bersih dan kami rutin patrol secara bergantian. Kegiatan ini jkami lakukan secara suka rela dan tanpa ada embel-embel apa pun. Kami berangkat dari prihatin dengan kondisi kali dan lingkungan yang kumuh dan kotor.Toh kalua bersih, kita juga yang nyaman dan menikmatinya,” ujarnya.
Ada cara unik yang dilakukan ‘Preman Kali’ untuk mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan, terutama di kali. “Biasanya kami dapat laporan dari masyarajat kalua ada yang buang sampah sembarangan. Kalau ketahuan, kami tegur baik-baik.Teguran baik-baik berlaku sampai tiga kali.Yang keempat, kalua masih membandel, sampah-sampah yang dibuang sembarangan kami kembalikan kepada pemiliknya. Bahkan bisa lebih banyak lagi sampah yang kami kembalikan. Kan tentu tidak nyaman kalau banyak sampah di depan rumah, dengan sendirinya akan sadar,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Gedangan, Ineke Dwi Satyawati mengatakan, fokus pemerintah pada lomba Sido Resik adalah tentang penanganan sampah. “Kami fokus nya ke sampah, terutama sampah yang ada di kali-kali.Karena Sidoarjo banyak sungai dan kali. Sementara fungsi sungai dan kali berubah menjadi tempat pebuangan sampah.Pemda Sidoarjo meluncurkan banyak program untuk pembenahan sungai dan kali, seperti normalisasi, mengembalikan fungsi sungai sebagai aliran air yg bersih.Tapi kalau tidak didukung dengan kesadaran masyarakatnya, sebanyak apapun program tidak akan terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Dengan adanya Lomba Sido Resik, ekonomi lokalmasyarakat juga semakin meningkat.“Sudah dirasakan langsung masyarakat.Mereka bisa berjualan produk-produk UMKM kepada pengunjung. Bahkan kami membuat sebuah even, yakni pasar kaget yang digelar seminggu sekali di setiap akhir pekan.Nanti secara bergilir di masing-masing desa. Dan ini sangat membantu perekonomian masyarakat,” terang Ineke.
Lomba Sido Resik ini juga tidak lepas dari peran media lokal dan perusahaan-perusahaan melalui CSR. “Alhamdulillah, program pemeriha Sidoarjo ini menggandeng media loka Radar Sidoarjo.Yang membuat program pemerintah semakin besar dan diketahui masyarakat luas.Peran perusahaan-perusahaan juga sangat luar biasa dengan CSR nya,” tutupnya.











