Kerberhasilan Desa Keboananom menjadi salah satu juara lomba Sido Resik tidaklah mudah. “Lomba Sido Resik ini program kedua setelah sebelumnya ada lomba Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) yang digelar rutin mulai tahun 2012. Pada lomba SBH itu kami belum bisa meraih juara, tapi kami bersama masyarakat tidak pernah patah semangat. Kalau tidak menang sekarang, berarti lingkungan kita masih jelek dan kumuh. Jadi kami terus menata lingkungan dari tahun ke tahun secara rutin melakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Alhamdulillah, tahun 2021 kami masuk menjadi salah satu juara. Dan tidak akan puas di sini saja, karena menjadi juara itu enak,” selorohnya.
Tidak hanya kalangan lelaki saja yang melakukan gotong royong rutin membersihkan lingkungan, ibu-ibu rumah tangga, pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan bahkan anak-anak memiliki andil besar sehingga Desa Keboananom bisa menjadi salah satu juara Sido Resik 2021. “Semua turun membersihkan lingkungan.Bahkan ibu-ibu dan anak-anak turun ke kali untuk membersihkan sampah.Tidak hanya gotong royong, masyarakat juga dengan sukarela menyumbangkan materi untuk mempercantik lingkungannya,” terang Sutiyono.
Tidak berbeda jauh dengan Desa Keboananom, Desa Tebel yang merupakan tetangga Desa Keboananom juga memiliki lingkungan yang indah, asri, sejuk dan tertata rapi. Desa Tebel juga dilalui kali yang berada di tengah-tengah lingkungan.
Kali yang dulu tidak pernah diperhatikan dan hanya sebagai tempat pembuangan sampah dan kotoran kini menjelma menjadi kali yang sangat bersih dan indah.Suara aliran air kalinya membuat yang mendengar merasakan kenyamanan dan ketentraman.Ditambah lagi hiruk pikuk anak-anak yang bermain dan berenang menambah suasana menjadi semankin tenang.
Bahkan, tanpa didorong oleh pemerintah desa, kini kali Desa Tebel sudah memiliki petugas keamanan sendiri. “Ini sekelompok ibu-ibu rumah tangga yang menjuli mereka dengan nama ‘Preman Kali’. Itu bukan nama dari kami, tapi mereka sendiri yang menjulikinya. Tapi benar sekali, dengan adanya Preman Kali ini, kali kami sekarang semakin terawat dan terjaga,” kata Kepala Desa Tebel, Triyono.
Desa Tebel juga memiliki UMKM yang kini bisa dipasarkan masyarakat dengan mudah. Omzet UMKM akan meningkat terutama pada akhir pekan. “Biasa banyak pengunjung itu di akhir pekan.Kebanyakn pengunjung cuma datang berfoto-foto dan nongkrong di pinggir kali sambil ngopi atau menikmati cemilan yang dijual masyarakat kami. Jadi sangat besar sekali dampak dari lomba Sido Resik ini,” terangnya.











