Kemudian, warga dan wisatawan diminta untuk mengacu pada informasi yang disampaikan oleh lembaga penanganan kebencanaan yang valid. “Jangan ikuti informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan juga tidak menyebarkan berita hoax,” ucapnya.
Dikatakan Jhoni, pihaknya juga menempatkan personel di wilayah pesisir. “Selama ini kami belum merekomendasikan untuk tidak berwisata, tapi harap ikuti petunjuk dari petugas kami di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Penyelidik Bumi pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nia Haerani mengatakan, hingga 16.30 WIB kemarin (6/2), belum ada laporan erupsi GAK. “Laporan kami buat 24 jam sekali,” katanya.
Namun, pada Sabtu (5/2), berdasarkan hasil pemantauan Pos Pemantauan GAK di Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, teramati asap kawah bertekanan kuat berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 300 sampai 2.000 meter di atas puncak kawah.
Kemudian, GAK juga mengalami tujuh kali letusan dengan tinggi abu vulkanik 300 sampai 2.000 meter. Lalu, pada malam hari teramati sinar api dengan ketinggian 100 sampai 300 meter.
Meski demikian, kata Nia, aktivitas GAK saat ini masih pada level II atau berstatus waspada. Pihaknya mengimbau kepada warga dan wisatawan untuk tidak mendekati kawah dalam radius dua kilometer.











