Makin siang, kiriman video makin banyak. Titik-titik yang terdampak banjir juga makin banyak. Ada yang mengabarkan ketinggian banjir di kompleknya sampai setinggi atap, ada yang mengabarkan setinggi 10 meter, lima meter, sepinggang, setinggi leher dan seterusnya.
Ya, banjir yang melanda Kota Serang kemarin memang membuat warga kaget, shock dan histeris. Inilah banjir besar, banjir terparah (mungkin) 50, 70, atau 80 tahun terakhir ini. Sebab, tokoh Banten H Embay Mulya Syarief yang kini berusia sekitar 70 tahun pun angkat bicara. Bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah sejak dirinya lahir.
Pernyataan tersebut ditambah keterangan warga Komplek Perumahan Korpri/Permata Safira Sepang, Yadi, banjir besar yang pernah melanda Kota Serang terjadi pada Tahun 1974 dan 1990 an. Tapi, tidak sebesar yang terjadi kemarin.
Masih dari group-group WA, sejak pagi, beberapa informasi mengabarkan titik-titik kemacetan di Kota Serang. Warga diminta untuk menghindari lokasi tersebut. Misalnya, sejak pagi jalur Kepandean-Kopassus sudah mengalami kemacetan. Perempatan Cikulur, kemudian depan Komplek Perumahan Padma Raya, Kaujon, Pasar Rau sudah terendam banjir, sehingga kendaraan diminta untuk menghindari titik-titik tersebut. Makin siang, titik kemacetan makin banyak. Depan Perumahan Widya Asri, pintu gerbang Komplek Grand Sutera, Kawasan Sumur Bor, Magersari, Pasar Rau, dan lain-lain tergenang banjir dengan ketinggian bervariatif.











