SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang meminta proses kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi sekolah terdampak banjir dihentikan.
Berdasarkan data Dindikbud Kota Serang, sebanyak 11 Sekolah Dasar (SD) terdampak banjir. Di antaranya, SDN Serang 1, SDN Serang 5, SDN Serang 18, SDN Lopang Domba, SD Muhammadiyah Kaujon, SDN Ciputat, SDN Kaloran Kidul, SDN Karangantu, SDN Pamarican 2, SD Al-Azhar Kaujon dan SDN Pamarican 1.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, SDN Pamarican 1, Kelurahan Banten Kecamatan Kasemen paling parah. Hingga kemarin, air masih merendam sekolah dan lingkungannya. Penyebabnya, posisi sekolah berada di bawah jalan.
Sekretaris Dindikbud Kota Serang Sarnata mengatakan, pihaknya telah meminta kepala sekolah yang terdampak banjir untuk segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang. “Ada 11 sekolah yang terdampak banjir. Paling parah di SDN Pamarican 1 di Kasemen,” kata Sarnata kepada Radar Banten, Kamis (3/3/2022).
Sarnata mengaku telah mengimbau kepada pihak sekolah, mulai dari penanganan banjir hingga pasca banjir. “Sekarang pihak sekolah telah membersihkan lumpur, bekas banjir,” terangnya.
Sarnata mengatakan, bagi yang sekolahnya terdampak banjir agar tak melaksanakan KBM tatap muka hingga kondisi sekolah bersih. “Kami meminta kepala sekolah, untuk menunda pelaksanaan KBM tatap muka,” katanya.
“Jangan sampai, KBM dibuka kondisi sekolah masih kotor. Kita antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Seperti, anak sakit dan lainnya,” beber Sarnata. (fauzan)










