Banjir yang melanda Kota Serang Selasa 1 Maret 2022 menjadi musibah banjir terbesar. Luapan kali Cibanten menjadi salah satu penyebab utama banjir terbesar di Ibukota Provinsi Banten.
Selain menelan korban jiwa, banjir mengakibatkan kawasan pemakaman Sultan Hasanudin di Banten Lama terendam. Area pemakaman Kesultanan Banten sempat tak bisa dikunjungi peziarah akibat genangan air.
Meskipun air menerjang, pemakaman Sultan Hasanudin tak terkena air di tengah makam-makam lainnya terendam. Selain struktur makamnya tinggi, sebagian besar warga meyakini itu adalah karomah atau kelebihan tertentu yang diberikan Allah SWT kepada manusia.
Sultan Hasanudin merupakan Sultan pertama Banten yang memimpin 1552-1570. Seperti kutip dari buku Sejarah Banten Membangun Tradisi dan Peradaban yang diterbitkan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Banten tahun 2014.
Sejak perintisannya, Kesultanan Banten didukung oleh para pedagang Muslim. Mereka berasal dari berbagai daerah di Nusantara dan luar Nusantara, samping penduduk Banten sendiri.
Itulah sebabnya, dalam perkembangan selanjutnya, Kesultanan Banten tampil sebagai kekuasaan maritim yang mengutamakan kegiatan pelayaran dan perdagangan.
Usahanya membangun Banten, Maulana Hasanudin menitikberatkan pada pengembangan sektor perdagangan Komoditas utama dalam perdagangan yang bersifat internasional ini.
Hasil lada diambil dari daerah Banten sendiri dan daerah lain yang adalah lada. berada di bawah kekuasaan Banten, yaitu Jayakarta, Lampung, dan terjauh yaitu dari Bengkulu.











