RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Serang menyiapkan sebanyak 6.000 paket minyak goreng dan gula pasir untuk operasi pasar mengurai kelangkaan minyak goreng di pasaran. Operasi pasar digelar di delapan titik yang telah ditetapkan oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang.
Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan, pihaknya saat ini telah menggelar operasi pasar minyak goreng dan gula pasir di dua titik. Yaitu, Kecamatan Taktakan dan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang.
“Kemarin di Taktakan 500 paket, hari ini (kemarin-red) di Puspemkot Serang 1.000 paket,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin (7/3/2022).
Kata Wasis, tempat selanjutnya operasi pasar akan dilakukan di lima titik tiap Kecamatan dan dua titik lainnya akan ditentukan selanjutnya. Ia mengaku operasi pasar kerja sama dengan Perum Bulog dan PT Wilmar.
“Yang enam titik kami kerja sama dengan Perum Bulog, dan dua titik dengan PT Wilmar,” katanya.
Wasis menjelaskan, dalam operasi pasar pihaknya menyediakan paket berisi minyak goreng 2 liter dan gula pasir 2 kilogram, dengan harga sesuai dengan ketetapan pemerintah.
“Minyak goreng Rp14 ribu per liter dan gula pasir Rp12.500 per kilogram. Jadi, harganya Rp53 ribu per paket,” terangnya.
Wasis mengungkapkan, operasi pasar dilakukan bertujuan untuk mengurai antrian di ritel-ritel yang saat ini dipenuhi antrian. Sehingga, masyarakat tak perlu berdesak-desakan untuk membeli minyak goreng.
“Sekalian membantu masyarakat. Kan ketersediaan di ritel juga terbatas, paling delapan dus per hari,” ungkapnya.
Wasis menjelaskan, untuk kegiatan operasi pasar di Puspemkot Serang tidak hanya dihadiri para pegawai. Tapi, masyarakat lingkungan Bogeg dan Perumahan Kota Serang Baru (KSB).
“Tadi selain pegawai banyak masyarakat juga yang datang membeli,” terangnya.
Reporter : Fauzan Dardiri/Editor : Aas Arbi











