” Hantu eta bogoh kana lalaki eta. Hantu eta cemburu ka sorangan ,” sambung Abah Mul.
May tidak percaya, “Masak sih hantu bisa punya rasa cinta ke manusia”.
” Jin, setan, hantu eta sarua jiga manusia.. Boga rasa marah, benci jeng cinta oge. Alusna mah jauhan lalaki eta ,” saran Abah Mul.
May mengabaikan saran Abah Mul. Dia tidak percaya hantu bisa mencintai manusia. “Kan beda alam,” katanya dalam hati.
May juga berusaha melupakan kejadian-kejadian aneh yang dialaminya. Namun, gangguan hantu cemburu tidak berhenti. May terus diteror.
May teringat pesan Abah Mul. Gadis berusia 23 tahun ini akhirnya mencoba saran Abah Mul. Dia menjauhiku, dan tidak lagi mendapat teror menyeramkan dari noni Belanda.
Sebelum May, beberapa cewek juga menceritakan pengalamnnya yang mirip dengan kejadian-kejadian mistis yang dialami May. Beberapa cewek itu dekat denganku. Meskipun, cuma sekadar hubungan pertemanan dan persahabatan.
Bahkan, ada cewek yang yang mendapatkan teror lebih ekstrem. Noni Belanda itu, katanya, sampai menampakkan wujud aslinya.
Aku kembali teringat pernah bermimpi didatangi seorang perempuan yang tidak aku kenal. Wajahnya tidak kelihatan.










