Kata Pupu, pihaknya tidak ingin kecolongan adanya peserta bukan asal daerah yang dibela dalam gelaran MTQ tingkat Kabupaten Lebak. Karenanya, kata dia, peserta yang terdaftar dari 28 kafilah kecamatan hanya 750 peserta dari biasanya 1.500 peserta.
“Kami tidak ingin adanya kontingen yang mengambil dari daerah lain. Potensi terbaik daerah harus dimunculkan dan diberi kesempatan mengikuti MTQ di tingkat kabupaten. Jangan ada yang memaksakan mengambil dari kabupaten kota lain,” kata ketua MUI Kabupaten Lebak ini.
Dalan MTQ tingkat kabupaten tahun ini akan digelar di pondok pesantren yang tersebar di empat kecamatan mengingat saat ini masih dalam pandemi Covid-19.
“Lokasi pertandingan digelar di pondok- pondok pesantren di empat kecamatan dengan tetap menerakan protokol kesehatan,” ujar pimpinan Ponpes Darusaadah Cimarga ini.
Ia berharap, pada MTQ tahun ini para peserta MTQ bersaing sehat untuk menjadi yang terbaik pada perlombaan tersebut.
“Melalui, MTQ harus dapat dijadikan momentum untuk berbenah dan evaluasi diri, sehingga MTQ dapat melahirkan qori dan qoriah berkualitas dan mampu mengangkat nama daerah baik ditingkat provinsi maupun tingkat nasional,” kata mantan Ketua Baznas Lebak ini.
Camat Kalanganyar Cece Saputra mengatakan, pihaknya siap mengikuti MTQ tingkat kabupaten.
“Sesuai dengan arahan panitia semua peserta yang kita kirim adalah warga Kalanganyar yang dapat dibuktikan sesuai KTP.
“Isnya Allah kafilah kami siap berkompetisi di MTQ tingkat kabupaten,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aas Arbi











