Untuk pemasarannya, kata dia, selama ini para petani tidak mengalami kendala. “Alhamdulillah begitu panen sudah langsung habis, pemasaran sampai ke luar daerah,” ujarnya.
Namun, para petani di wilayahnya masih menemui kendala. Di antaranya, ketersediaan air dan pupuk.
“Wilayah kita ini wilayah tadah hujan, jadi mengandalkan air hujan untuk pengairannya,” ucapnya.
Sementara itu, petani melon Kecamatan Waringinkurung Budi Sugianto mengatakan, ia menanam melon di atas lahan 2.500 meter. “Ada sekitar 4.000 pohon,” katanya.
Selama ini, ia mengaku menjual hasil panennya di wilayah lokal dan ke wilayah Jakarta melalui perusahaan.











