PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-SD Negeri Pandeglang 4 di Jalan Graha Pancasila nomor 7 Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang dibobol maling, Rabu, 18 Mei 2022 sekira pukul 02.00 WIB.
Akibat peristiwa tersebut sejumlah barang berharga berupa 9 tabung gas, sejumlah uang dan alat musik berupa keyboard organ tunggal seharga belasan juta raib dibawa kabur oleh maling yang diduga lebih dari satu orang.
Kepala SD Negeri Pandeglang 4 Nani Sri Hernani membenarkan, sekolahnya kebobolan maling menjelang waktu pagi. “Saya juga kaget pas pagi mendapat kabar kalau sekolah dibobol maling. Diduga pelakunya lebih dari satu orang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu (18/5).
Nani menjelaskan, pelaku diduga lebih dari satu orang karena barang berharga berupa sembilan tabung gas, alat musik organ tunggal hilang. Selain itu sejumlah uang dalam dompet dan juga boks rekaman kamera pengawas atau CCTV juga ikut hilang.
“Untuk kerugian belum dihitung semuanya. Kalau untuk alat musim organ tunggal hasil pembelian belasan tahun lalu seharga Rp11 juta,” katanya.
Tabung gas elpiji yang hilang itu merupakan milik pedagang kantin sekolah. Sedangkan alat organ tunggal aset sekolah.
“Pelaku diduga masuk meloncat pagar belakang sekolah. Kemudian masuk melalui ruang tamu kepala sekolah,” katanya.
Pintu ruang tamu terbuka akibat didorong pelaku hingga mengakibatkan rumah kuncinya agak penyok. Lalu masuk ke dalam ruang guru.
“Di dalam ruang guru itu tersimpan alat musik organ tunggal, boks CCTV dan sebuah dompet punya guru yang ketinggalan. Kalau dompetnya gak hilang tapi uangnya sudah kosong, berapa nilainya belum diketahui karena yang bersangkutan belum datang ke sekolah,” katanya.
Selain barang berharga, semua kunci cadangan sekolah yang tersimpan di ruang guru juga hilang. Termasuk kunci tempat penyimpanan gas tabung elpiji juga hilang dibawa pelaku.
“Terkait kejadian ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan sudah turun mengecek TKP. Untuk pelaku belum diketahui karena memang rekaman kamera pengawas juga turut hilang,” katanya.
Lebih lanjut, Nani mengungkapkan, waktu kejadian sekolah dibobol maling diperkirakan setelah jam 02.00 WIB. Soalnya sebelum lewat jam 02.00 malam, sejumlah guru dan penjaga keamanan masih ada di sekolah.
“Baru ketahuan pas paginya melihat ruang tamu kepala sekolah terbuka. Kejadian kebobolan ini terjadi setelah Lebaran Idul Fitri, sewaktu bulan Ramadan alhamdulilah aman-aman saja,” katanya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pandeglang AKP Fajar Mauludi membernarkan adanya peristiwa pembobolan di SDN Pandeglang 4 oleh maling.
“Iya, tadi pagi sudah diterima laporannya. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Merwanda











