“Penyebab kematian tertinggi karena dua penyakit. Yaitu kadiovaskuler (jantung dan stroke) dan respiratory disease (gagal nafas),” katanya di kutip RADARBANTEN.CO.ID, dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Selasa (24/5).
Selain dua penyakit tersebut, penyebab kematian dikarenakan faktor lainnya. Salah satunya karena kelelahan.
“Kelelahan menjadi faktor utama penyebab kematian jemaah Indonesia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci,” katanya.
Oleh karena itu, dalam upaya menurunkan angka kematian, pihaknya telah meminta para petugas kesehatan agar mengedepankan fungsi edukasi dan promotive.
Terutama kepada calon jemaah haji yang memiliki daftar riwayat komorbid dan masuk sebagai jemaah haji risiko tinggi (risti).
“Supaya kondisi fisik mereka terjaga dengan baik. Sehingga bisa pulang ke tanah air dalam kondisi sehat,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Agung AP











