TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah melakukan pemetaan kasus gagal tumbuh pada anak atau stunting.
Diketahui, angka stunting di Kota Tangsel mencapai 13,67 persen. Angka ini termasik yang paling kecil dibandingkan Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.
Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, upaya pemetaan kasus stunting dilakukan untuk mendapat basis data yang akurat, sehingga penanganannyapun akan lebih mudah.
“Menurunkan angka stunting harus terus dilakukan dan dengan serius. Basis data harus menjadi acuan dalam mengurai dan menuntaskan masalah stunting dan sebagai tindak lanjut penanganan dengan berbagai langkah,” ujar Benyamin usai membuka kegiatan workshop dengan tema “Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kota Tangerang Selatan, di Aula Blandongan Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin 23 Mei 2022.
Benyamin mengatakan, pemetaan kasus dilakukan dengan memetakan warga penduduk yang terdampak stunting ke dalam klsuter, lalu kemudian melakukan edukasi dan upaya penambahan gizi masyarakat.
“Kami terus mendorong OPD terkait untuk menganggarkan dan melaksanakan program penurunan angka stunting. Serta layanan konseling yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.











