“Di desa itu kan ada dana desa, saya rasa itu bisa dimanfaatkan untuk menekan kekerasan anak melalui pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, gerakan perlindungan anak harus dibentuk mulai dari kampung-kampung yang dikoordinasikan melalui pemerintah desa.
“Semua elemen harus terlibat, termasuk kelompok-kelompok masyarakat di wilayah pedesaan, dibuat kelompok-kelompok sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat,” ucapnya.
Menurut Aris, kasus kekerasan anak terjadi karena berbagai hal. Mulai dari faktor kemiskinan, pendidikan, hingga media sosial. “Yang paling penting pola asuh anak yang tidak otoriter, tapi harus mengajak anak berdialog,” pungkasnya.
Reporter: Abdul Rozak
Editor: Mastur











