Al mengaku kualitas website sekolah di seluruh wilayah Banten sama dan tidak ada perbedaan antara di perkotaan dan di pedesaan. Namun, hal itu tergantung dari cara operator mengoperasionalkannya. Apabila dijalankan dengan baik, maka semua juga akan berjalan baik.
Mantan Widyaiswara Ahli Utama di Kementerian Dalam Negeri ini juga mengimbau masyarakat untuk tidak memanipulasi data agar diterima dalam pelaksanaan PPDB. Lantaran hal itu akan dipertanggungjawaban di dunia dan di akhirat.
“Saya mengimbau untuk ini penuh kesadaran jangan ada manipulasi. Siapa lagi yang akan menuju baik kalau tidak kita secara bersama-sama. Saya sangat mengimbau untuk tidak dilakukan hal-hal di luar dari ketentuan yang sudah digariskan,” ujarnya sembari mengajak masyarakat untuk mengedepankan kejujuran.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani mengatakan, berdasarkan pemantauannya kemarin, belum ada website sekolah yang mengalami down. Ia berharap kondisi ini dapat berjalan dengan baik sampai pelaksanaan PPDB selesai.
Berdasarkan data pokok pendidikan per 6 April 2022, jumlah siswa kelas IX ada 229.456 siswa yang akan menjadi calon siswa di SMA dan SMK negeri di Banten. Sedangkan jumlah SMA negeri di Banten sebanyak 161 sekolah dan SMK negeri 91 sekolah.
Kata Tabrani, dengan pendaftaran jalur zonasi, para calon peserta didik yang berdomisili dekat dengan sekolah dapat diterima, apapun tingkat kemampuan akademiknya. Dengan menggunakan jalur zonasi ini diharapkan tidak ada lagi stigma sekolah favorit.
“Sekolah favorit itu dapat muncul apabila siapapun peserta didik yang masuk, sekolah itu dapat melakukan pembelajaran yang baik, sehingga lulusannya berkualitas,” tuturnya. (nna/alt)











