LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Mantan Bupati Lebak 2003 – 2013 Mulyadi Jayabaya (JB) meminta praktik prostitusi, judi togel, dan aliran sesat yang telah meresahkan masyarakat untuk diberantas. Hal itu disampaikan JB saat pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Rabu (6/7).
Tokoh Banten ini mengungkap, praktik prostitusi di wilayah Lebak selatan dan daerah lain tidak boleh dibiarkan. Karena itu, dirinya meminta praktik tersebut diberantas agar tidak membawa petaka bagi Lebak. Tapi, diperlukan sinegritas antara MUI, Pemerintah Daerah, dan kepolisian agar masalah tersebut bisa dihilangkan dari Bumi Multatuli.
“Saya prihatin dengan maraknya praktik prostitusi. Untuk itu, saya minta agar masalah tersebut dapat diberantas oleh Kapolres, MUI, dan Pemkab Lebak,” kata JB kepada wartawan usai menghadiri pengukuhan Pengurus MUI Lebak, kemarin.
JB menyebut, praktik prostitusi paling banyak ditemukan di daerah Lebak bagian selatan, yakni di Kecamatan Bayah. “Di sana harus menjadi perhatian, karena banyak ditemukan warung remang-remang yang meresahkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Lebak Pupu Mahpudin menegaskan MUI bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum melarang praktik prostitusi, perjudian, dan penyebaran paham radikalisme ataupun ajaran sesat. Termasuk organisasi Khilafatul Muslimin yang mencoba mengajarkan paham anti NKRI.
“Jangan ada di Lebak, setiap organisasi terlarang yang memberikan dampak negatif bagi bangsa dan negara jangan sampai hidup dan tumbuh di sini,” tegasnya.











