SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Koperasi yang mengedepankan kegotongroyongan antar anggotanya mampu bertahan meski diterpa pandemi Covid-19. Bahkan, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, ada koperasi di Banten yang justru tumbuh selama pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, Agus Mintono mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda selama dua tahun lebih sangat berdampak pada sektor perekonomian. “Walaupun koperasi terdampak tapi masih bisa hidup,” tegas Agus saat Podcast Radar Banten di Graha Pena Radar Banten, Selasa (12/7).
Kata dia, lantaran koperasi berprinsip dari dan untuk anggota, maka mereka bisa bertahan ketika Covid-19 melanda walaupun terbata-bata. Hal itu berbeda dengan perusahaan yang mempunyai modal.
“Ada koperasi yang tumbuh saat pandemi, karena soliditas pengurus. Bahkan bisa menghasilkan keuntungan. Jadi, luar biasa di saat yang lain terbata-bata,” tuturnya. Saat ini, jumlah koperasi sebanyak 6.555 unit untuk level kabupaten/kota dan 502 untuk tingkat provinsi.
Untuk semakin meningkatkan kualitas koperasi, Agus mengatakan, pihaknya juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi para pengurus koperasi, seperti pelatihan manajerial hingga tata keuangan. “Kami juga ada pemeriksaan koperasi. Apakah koperasi itu masuk kriteria sehat atau tidak,” ujarnya.











